Juli 2, 2024 • Berita • by Reina Ohno

Pekerja Indonesia di Jepang: Alasan, Program Magang, Keterampilan Khusus, dan Kondisi Domestik

Pekerja Indonesia di Jepang: Alasan, Program Magang, Keterampilan Khusus, dan Kondisi Domestik

Pendahuluan

Perkenalkan, kami Timedoor, sebuah perusahaan IT yang berbasis di Bali, Indonesia, yang juga bergerak dalam pelatihan dan penyaluran tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang.

Belakangan ini, semakin banyak tenaga kerja asing yang datang ke Jepang, dan Indonesia termasuk salah satunya. Sebaliknya, semakin banyak generasi muda Jepang yang pergi ke luar negeri, misalnya ke Australia atau Kanada, untuk belajar bahasa Inggris, merasakan pengalaman hidup di luar negeri, atau sekadar menambah penghasilan.

Di Indonesia, budaya bekerja di luar negeri bahkan lebih berkembang dibandingkan di Jepang. Lalu, apa yang membuat budaya ini begitu kuat? Artikel ini akan membahas alasan dan latar belakang pekerja Indonesia yang memilih bekerja di Jepang.

Jumlah Pekerja Indonesia di Luar Negeri

Setiap tahun, jutaan tenaga kerja Indonesia pergi ke luar negeri untuk bekerja. Pada tahun 2020, dilaporkan sekitar 3,5 juta orang Indonesia bekerja di luar negeri.

Negara tujuan utama antara lain Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sebagai contoh, di negara tetangga Malaysia, terdapat sekitar 1 juta pekerja Indonesia. Sementara di Arab Saudi, yang memiliki populasi Muslim yang besar—agama mayoritas di Indonesia—sekitar 600 ribu pekerja Indonesia bekerja di sana.

Berapa Banyak Pekerja Indonesia di Jepang?

Jika dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, kini semakin banyak orang asing terlihat di kota-kota besar Jepang. Salah satunya adalah tenaga kerja Indonesia.

Setiap orang memiliki alasan berbeda untuk bekerja di Jepang, namun alasan utama adalah gaji yang lebih tinggi. Rata-rata gaji bulanan di Jepang sekitar 300.000–350.000 yen, sedangkan rata-rata gaji bulanan di Indonesia hanya sekitar 2,800.000–3,500.000 rupiah. Dari perbandingan ini, terlihat bahwa gaji di Jepang bisa sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

Ada beberapa jenis izin tinggal (visa) yang memungkinkan warga Indonesia bekerja di Jepang, namun yang paling umum antara lain:

1. Magang/技能実習生

Banyak pekerja Indonesia di Jepang adalah magang atau 技能実習生 (gino jisshusei). Menurut data 2019, jumlah magang Indonesia mencapai sekitar 40.000 orang, dan jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya.

2. Mahasiswa dan Pekerjaan Paruh Waktu

Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang sekaligus bekerja paruh waktu (アルバイト) untuk menutupi biaya hidup. Data 2019 menunjukkan sekitar 7.000 mahasiswa Indonesia di Jepang, sebagian besar bekerja paruh waktu.

Perlu dicatat, ada batasan jam kerja 28 jam per minggu, namun beberapa mahasiswa tetap bekerja lebih dari batas tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka.

3. Keterampilan Khusus/特定技能

Pada tahun 2019, Jepang memperkenalkan visa baru “keterampilan khusus” (特定技能/tokutei ginou). Program ini meningkatkan jumlah pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang. Pada tahun 2020, diperkirakan ribuan pekerja Indonesia memanfaatkan visa ini.

Di Timedoor, kami membantu para pekerja Indonesia yang ingin bekerja dengan visa keterampilan khusus melalui pelatihan bahasa Jepang dan pendidikan karier, sekaligus memfasilitasi proses keberangkatan mereka ke Jepang.

Manfaat Tenaga Kerja Indonesia bagi Ekonomi Domestik

enaga kerja Indonesia di luar negeri memainkan peran penting bagi perekonomian nasional. Menurut data tahun 2020, total remitansi yang dikirim mencapai sekitar 11 miliar dolar AS (± Rp 1,2 triliun).

Dana ini tidak hanya digunakan untuk biaya hidup keluarga, tetapi juga untuk pendidikan anak dan biaya kesehatan. Selain itu, remitansi tersebut turut mendukung pembangunan infrastruktur lokal dan menjadi modal bagi usaha kecil di komunitas setempat. Dengan kata lain, kontribusi pekerja migran membantu memperkuat ekonomi domestik sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia.

Rata-Rata Gaji di Indonesia

Secara nasional, rata-rata gaji bulanan berkisar antara 4.000.000–5.000.000 rupiah (± 28.000–35.000 yen). Namun, angka ini bervariasi tergantung kota dan sektor pekerjaan.

Rata-rata gaji per kota:

  • Jakarta (ibu kota): 7.500.000–8.000.000 rupiah (± 52.500–56.000 yen)

  • Surabaya (Jawa Timur): 4.500.000–5.000.000 rupiah (± 31.500–35.000 yen)

  • Bandung (Jawa Barat): 4.000.000–4.500.000 rupiah (± 28.000–31.500 yen)

  • Bali (fokus pariwisata): 3.500.000–4.000.000 rupiah (± 24.500–28.000 yen)

Rata-rata gaji per sektor industri:

  • Manufaktur: ± 4.500.000 rupiah (31.500 yen)

  • Jasa: ± 4.000.000 rupiah (28.000 yen)

  • TI & Teknologi: ± 7.000.000 rupiah (49.000 yen)

  • Keuangan & Asuransi: ± 8.000.000 rupiah (56.000 yen)

Upah minimum juga berbeda-beda di tiap daerah. Rata-rata nasional pada 2022 adalah ± 2.500.000 rupiah (17.500 yen), sedangkan di Jakarta mencapai ± 4.416.186 rupiah (31.000 yen).

Fenomena “Tanggal Tua”

Di Indonesia, ada istilah “Tanggal Tua”, yang secara harfiah berarti “hari tua”. Kata tanggal artinya hari, dan tua berarti tua atau lanjut usia.

Dalam konteks ekonomi, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan periode menjelang akhir bulan ketika uang hampir habis. Selama periode ini, banyak orang harus mengatur pengeluaran dengan sangat ketat. Bahkan, kadang mereka harus meminjam uang dari teman atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Berbeda dengan Jepang, di mana sebagian besar orang biasanya memiliki tabungan. Di Indonesia, kondisi keuangan bisa sangat tipis menjelang “Tanggal Tua”, khususnya bagi pekerja dengan gaji rendah atau menengah.

Standar Gaji Berdasarkan Pendidikan dan Pengalaman

  • Pendidikan tinggi: Pekerja dengan gelar universitas cenderung mendapat gaji lebih tinggi. Rata-rata lulusan universitas bisa memperoleh lebih dari 8.000.000 rupiah (± 56.000 yen) per bulan.

  • Kesempatan kerja terbatas: Meskipun populasi meningkat, lowongan pekerjaan tetap terbatas, bahkan bagi lulusan universitas empat tahun.

  • Pengalaman kerja: Pekerja dengan pengalaman lebih dari 10 tahun biasanya menerima gaji lebih tinggi, meski bekerja di posisi yang sama. Beberapa pekerja berpengalaman dapat memperoleh lebih dari 10.000.000 rupiah (± 70.000 yen) per bulan.

 

 

Jenis Pekerjaan yang Dilakukan Pekerja Indonesia di Luar Negeri

1. Pekerja Rumah Tangga (Pembantu, Babysitter, dll.)

Sekitar 70% tenaga kerja Indonesia di luar negeri bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Posisi ini relatif mudah diakses, terutama bagi perempuan dan mereka yang memiliki pendidikan rendah. Pekerjaan ini biasanya mencakup membersihkan rumah, merawat anak, atau membantu keluarga di rumah tangga.

2. Konstruksi dan Manufaktur

Selain sektor rumah tangga, banyak pekerja Indonesia juga bekerja di bidang konstruksi dan manufaktur. Hal ini terutama terjadi di Timur Tengah dan Asia Timur, di mana permintaan tenaga kerja fisik dan terampil cukup tinggi. Pekerjaan ini meliputi pembangunan bangunan, pabrik, atau lini produksi.

Masalah yang Dihadapi Pekerja Migran

Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan berbagai NGO melaporkan bahwa pekerja Indonesia di luar negeri sering menghadapi kondisi kerja yang tidak adil dan pelanggaran hak asasi manusia.

Misalnya, banyak laporan terkait pelanggaran hak pekerja di Arab Saudi dan Malaysia. Selain itu, baru-baru ini kasus pekerja mahasiswa Indonesia di Jerman juga menjadi perhatian publik. Dari 33 universitas di Indonesia, 1.047 mahasiswa dilaporkan menjadi korban masalah kerja saat mengikuti Ferienjob (pekerjaan paruh waktu untuk mahasiswa) di Jerman.

Sebagai tanggapan, pemerintah Indonesia berupaya melindungi hak-hak pekerja melalui perjanjian bilateral antara negara pengirim dan negara penerima. Selain itu, pemerintah juga memperkuat program pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi calon pekerja migran, untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan dan meningkatkan perlindungan.

Ketergantungan Ekonomi dan Risiko bagi Pekerja Migran

Wilayah yang sangat bergantung pada remitansi dari pekerja migran menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Misalnya, penurunan harga minyak atau perubahan kondisi ekonomi di negara penerima dapat menyebabkan ketidakstabilan lapangan kerja bagi pekerja Indonesia di luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mendorong peningkatan peluang kerja di dalam negeri melalui investasi infrastruktur dan diversifikasi industri. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memperoleh pendapatan yang stabil tanpa harus bekerja di luar negeri.

Pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan risiko nyata dari ketergantungan ini. Banyak pekerja Indonesia kehilangan pekerjaan sementara atau jangka panjang akibat pembatasan mobilitas dan penerbangan internasional. Akibatnya, sejumlah pekerja kehilangan sumber pendapatan atau terpaksa menganggur.

Meskipun pemerintah fokus pada penciptaan lapangan kerja domestik, kesempatan kerja di dalam negeri masih terbatas, sehingga jumlah pekerja yang memilih bekerja di luar negeri tetap tinggi.

Pengembangan SDM oleh Timedoor

Saat ini, Timedoor fokus pada pengembangan tenaga kerja di bidang kuliner (restoran) dengan visa spesifik keterampilan, dan ke depannya juga akan merambah bidang IT dan teknologi. Visa spesifik keterampilan hanya berlaku untuk 12 sektor yang kekurangan tenaga kerja di Jepang. Saat ini, mayoritas pekerja berasal dari Vietnam, sedangkan Indonesia menempati peringkat kedua. Dengan populasi muda yang besar, Indonesia dipandang sebagai “Next Vietnam” dalam penyediaan tenaga kerja berketerampilan tinggi.

Di sektor primer, banyak pekerja Indonesia sudah memiliki kesempatan untuk bekerja di Jepang melalui program magang keterampilan. Namun, sektor hospitality, seperti restoran dan perhotelan, belum termasuk dalam program magang keterampilan. Hal ini membuat sekolah bahasa Jepang di Indonesia yang fokus pada hospitality masih sangat sedikit.

Timedoor berkomitmen untuk mencetak tenaga kerja yang ahli di bidang hospitality, sebagai upaya menghadirkan tenaga kerja berkualitas sesuai kebutuhan Jepang.

Kami terus menyediakan jasa penyaluran tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika tertarik atau ingin mengetahui lebih lanjut!

Looking for E-commerce MobileApp for your Retail business? Learn more on APPMU

Testing