April 29, 2021 •

5 E-commerce Marketplace Terbaik di Indonesia

5 E-commerce Marketplace Terbaik di Indonesia

Perkembangan teknologi dan internet telah memberikan kemudahan dalam banyak hal. Kemudahan ini banyak dirasakan tidak hanya di sektor informasi dan komputer, namun juga sektor-sektor lain. Salah satu sektor yang ikut berkembang seiring dengan kemajuan teknologi adalah sektor ekonomi.

Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat dalam aktivitas ekonomi, baik dalam kehidupan personal maupun professional. Aktivitas dan transaksi ekonomi, seperti penjualan dan pembelian kini bisa dilakukan secara online. Hal ini didukung dengan pertumbuhan pasar Marketplace di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Setiap Marketplace memiliki karakteristiknya masing-masing. Karakteristik ini meliputi reputasi, perbandingan harga, variasi produk, layanan logistik, hingga karakteristik pengguna. Karakteristik ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa setiap Marketplace memiliki keunggulan dan target penggunanya masing-masing.

Keunggulan dan target pengguna setiap Marketplace dapat anda manfaatkan untuk kepentingan bisnis. Misalnya, jika anda menjual jenis produk tertentu akan lebih cocok untuk dipasarkan melalui salah satu Marketplace, agar mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Kali ini kita akan mengulas hal ini secara mendalam, dan pastinya menjadi panduan anda dalam memanfaatkan Marketplace untuk kepentingan bisnis.

 

 

Apa itu Marketplace?

Transaksi ekonomi melalui Marketplace terus meningkat secara signifikan. Hal ini karena berbelanja secara online dianggap sebagai solusi untuk mendapatkan harga barang yang lebih murah dan transaksi yang lebih aman karena minimnya kontak fisik. Ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu membuat transaksi secara online meningkat dengan drastis hingga 400% berdasarkan statistik dari iprice.

Dengan meningkatnya transaksi secara online dan semakin banyak masyarakat yang berbelanja di Marketplace membuat istilah Marketplace itu sendiri semakin familiar. Sebelum kita mengenal lebih lanjut mengenai karakteristik masing-masing Marketplace, kita harus tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Marketplace. Hal ini untuk memudahkan anda dalam memetakan Marketplace mana yang cocok untuk setiap jenis bisnis.

Marketplace adalah sebuah wadah, bisa berupa website ataupun aplikasi mobile, yang menghubungkan penjual dengan pembeli melalui internet. Di Marketplace, anda bisa menemukan aneka barang untuk setiap kebutuhan anda, mulai makanan, barang elektronik, produk fashion, hingga barang bekas. Setelah menemukan barang yang diinginkan, anda bisa melakukan transaksi pembayaran melalui Marketplace itu sendiri.

Marketplace sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan pasar tradisional yang bisa ditemui di sekitar kita. Pada dasarnya, Marketplace dan pasar tradisional menyediakan lapak atau tempat bagi mereka yang ingin berjualan di Marketplace atau pasar tradisional tersebut. Bedanya, di Marketplace penjual tidak perlu membayar uang sewa untuk mendapatkan tempat berjualan.

Marketplace pertama di dunia dan merupakan pionir yang mempopulerkan budaya belanja melalui internet adalah eBay. eBay pertama kali dirilis pada tahun 1995, atau hampir 3 dekade silam. Namun sekarang, Marketplace paling popular di dunia adalah Amazon, yang menjual lebih dari 350 juta produk.

Di Indonesia, beberapa Marketplace dipopulerkan oleh pemain lokal, Tokopedia yang dirilis tahun 2009. Disusul oleh Bukalapak yang diluncurkan pada tahun 2010. Kini, keduanya tercatat sebagai startup Marketplace yang mencapai status unicorn dengan nilai valuasi lebih dari USD$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

 

Perbedaan Marketplace dan E-Commerce

Istilah lain yang familiar di telinga masyarakat terkait dengan aktivitas berbelanja secara online adalah E-Commerce. Banyak orang menggunakan istilah E-Commerce untuk menyebut Marketplace. Padahal kedua istilah tersebut merujuk pada dua hal yang berbeda, meskipun masih berkaitan.

E-Commerce adalah sebuah website atau aplikasi mobile yang menjual produk milik brand itu sendiri. Berbeda dengan Marketplace, anda tidak akan menemukan lebih dari satu took online pada website E-Commerce. E-Commerce dibuat oleh sebuah brand untuk menjual secara khusus barang-barang dari brand itu sendiri, melalui website atau aplikasi mobile menggunakan shopping cart dan payment gateway.

 

 

Peta Kinerja Marketplace di Indonesia

Menurut riset yang dilakukan oleh iPrice, 93% masyarakat Indonesia menggunakan Smartphone untuk berbelanja di Marketplace. Dibandingkan dengan Laptop, yang hanya 6% digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbelanja secara online di Marketplace. Hal ini bisa didukung oleh banyak hal.

Laptop, menurut sebagian masyarakat Indonesia, merupakan perangkat yang awam dan hanya digunakan oleh mahasiswa atau sebagian pekerja di sektor formal di Indonesia. Sedangkan Smartphone, digunakan oleh sebagian besar masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan ekonomi. Dengan kondisi seperti ini, peta persaingan Marketplace bisa dilihat dari peringkat yang dicapai di platform resmi distribusi aplikasi mobile untuk setiap sistem operasi.

iPrice mengadakan penelitian yang berjudul “Peta E-Commerce Indonesia” dengan menggunakan acuan data pada kuartal ke-4 tahun 2020 yang lalu. Penelitian ini menghasilkan laporan performa pemain besar Marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli berdasarkan peringkat aplikasi di platform resmi distribusi aplikasi mobile, yakni App Store untuk perangkat berbasis iOS dan Play Store untuk perangkat berbasis Android. Berikut gambaran lengkapnya.

 

Ranking App Store

App Store adalah platform resmi untuk mengunduh berbagai aplikasi mobile untuk perangkat berbasis iOS milik brand kenamaan, yaitu Apple. Berdasarkan data dari iPrice pada kuartal ke-4 2020, Shopee menduduki peringkat pertama sebagai Marketplace yang paling banyak diunduh oleh pengguna. Tokopedia menyusul di peringkat ke dua sebagai Marketplace terbanyak yang diunduh pengguna.

Berikutnya, masing-masing Lazada, Blibli, dan Bukalapak berada di peringkat tiga, enam, dan tujuh sebagai Marketplace paling banyak diunduh. Peringkat ini berdasarkan pada rata-rata ranking aplikasi untuk kategori Shopping. Peringkat ini bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

 

Ranking Play Store

Play Store adalah platform resmi milik Google untuk mengunduh berbagai aplikasi mobile kedalam perangkat berbasis Android. Perangkat berbasis Android terdiri dari berbagai macam brand, seperti Samsung, Xiaomi, Realme, Oppo, Vivo, dan sebagainya. iPrice memberikan data peringkat Marketplace pada kuartal ke-4 2020 sebagai berikut.

Di peringkat pertama, Shopee masih menjadi jawara sebagai Marketplace paling banyak diunduh oleh pengguna. Lazada berada di peringkat ke tiga, disusul oleh Tokopedia yang berada di peringkat ke empat. Blibli dan Bukalapak masing-masing berada di peringkat lima dan tujuh menurut ranking dari Play Store.

Sama seperti pada ranking App Store, peringkat ini berdasarkan pada rata-rata ranking aplikasi untuk kategori Shopping yang bisa berubah sewaktu-waktu.

 

Website Performance

Selain Ranking di App Store dan Play Store, peringkat sebuah Marketplace bisa diketahui dari kinerja websitenya. Melalui data yang diperoleh dari SimilarWeb pada periode bulan Juli tahun 2020, didapatkan kinerja website Marketplace melalui beberapa metriks. Diantaranya website total visitor, monthly visitor, unique visitor, page per visit, bounce rate, average visit, dan search traffic.

Berikut penjelasan dari masing-masing metriks yang digunakan untuk menghasilkan data kinerja website setiap Marketplace:

  • Website total visitor. Merupakan jumlah kunjungan pengguna secara keseluruhan dari jangka waktu sejak website sebuah Marketplace diluncurkan hingga periode bulan Juli tahun 2020.
  • Monthly visitor. Merupakan rata-rata kunjungan pengguna setiap bulan dari jangka waktu sejak website sebuah Marketplace diluncurkan hingga periode bulan Juli tahun 2020.
  • Unique visitor. Merupakan jumlah kunjungan pengguna dari satu IP. Semakin tinggi jumlah unique visitor, semakin besar pula potensi kesuksesan yang bisa dicapai dari sebuah website.
  • Page per visit. Merupakan jumlah halaman yang dikunjungi dari sebuah website Marketplace dalam satu kali kunjungan. Semakin banyak halaman yang dikunjungi, semakin besar pula potensi terjadinya transaksi ekonomi di sebuah website
  • Bounce rate. Merupakan analisis persentase pengguna yang datang dan langsung meninggalkan halaman website setelah mengunjungi satu halaman website. Semakin tinggi bounce rate menandakan semakin banyak pengguna yang datang namun tidak melakukan tindakan apapun di website tersebut.
  • Average visit. Merupakan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengguna saat berada di website sebuah Marketplace. Semakin tinggi durasi pengguna yang singgah, semakin besar pula target sebuah website Marketplace tercapai. Ini menandakan sebuah website Marketplace menyediakan produk yang dicari oleh pengguna.
  • Search traffic. Merupakan seberapa ramai lalu lintas website sebuah Marketplace. Search traffic meninjau seberapa baik kegiatan pemasaran sebuah Marketplace telah bekerja.

Berikut merupakan rekapitulasi data kinerja website terhadap 5 Marketplace terbesar di Indonesia pada periode bulan Juli tahun 2020.

Sedangkan berikut merupakan peringkat yang diraih 5 Marketplace terbesar di Indonesia untuk masing-masing metriks yang digunakan.

Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan terhadap kinerja website 5 Marketplace besar di Indonesia berdasarkan beberapa metriks maka dapat diketahui seberapa besar ketertarikan masyarakat untuk menggunakan Marketplace tersebut. Pada metriks Website total visitor, Shopee menempati peringkat pertama. Disusul oleh Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli yang masing-masing menempati peringkat ke dua, tiga, empat, dan lima.

Kelima Marketplace tersebut mampu memiliki total pengunjung lebih dari 50 juta pengunjung dalam jangka waktu hingga periode Juli 2020. Sedangkan pada metriks Monthly visitor, peringkat yang ditempati masing-masing Marketplace tidak mengalami perubahan. Semua Marketplace ini rata-rata dikunjungi lebih dari 15 juta pengunjung setiap bulannya.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah mengalami pergeseran budaya dalam ranah jual beli. Jika sebelumnya kegiatan jual beli dilakukan oleh masyarakat secara tradisional dan offline, kini bergeser menjadi kegiatan jual beli yang bersifat modern dan online. Ini didukung fakta bahwa seluruh Marketplace yang beroperasi di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan transaksi jual beli secara online.

Pada metriks Unique visitor, terdapat pergeseran peringkat yang diraih oleh beberapa Marketplace. Blibli mampu menempati peringkat ke empat dan menggeser Lazada yang harus puas berada di peringkat ke lima. Peringkat pertama masih ditempati oleh Shopee, disusul dua Marketplace lokal yakni Tokopedia dan Bukalapak.

Selanjutnya adalah metriks Page per visit, atau jumlah halaman yang dikunjungi dalam satu kali kunjungan. Shopee masih berjaya di urutan pertama, sementara Tokopedia masih menguntit di posisi ke dua. Sementara Lazada mampu naik ke peringkat ke tiga, disusul Bukalapak dan Blibli di posisi ke empat dan ke lima. Semakin banyak halaman yang dikunjungi, semakin tinggi pula potensi transaksi pembayaran yang dilakukan oleh pengguna.

Berbeda dengan metriks lain yang dilihat dari angka terbesar, metriks Bounce rate justru berkebalikan. Semakin kecil angka Bounce rate, maka semakin tinggi pula peluang sebuah Marketplace mendorong pengunjung untuk melakukan aktivitas di dalam website dalam waktu yang lebih lama. Sebaliknya, angka Bounce rate yang tinggi menunjukkan semakin banyak pengunjung yang datang dan langsung meninggalkan sebuah website Marketplace setelah mengunjungi satu halaman.

Hal ini bisa berarti banyak hal, misalnya user interface sebuah Marketplace yang kurang menarik dan user experience yang cenderung tidak membuat pengguna nyaman. Atau bisa jadi kebutuhan pengguna tidak bisa dipenuhi oleh suatu Marketplace, sehingga pengguna beralih ke website Marketplace lain. Bounce rate tertinggi dipegang oleh Blibli, lalu disusul Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee yang berada di urutan terakhir.

Pada metriks Average visit, pengguna rata-rata menghabiskan waktu selama 4 hingga 7 menit untuk mengakses website Marketplace dalam satu kali kunjungan. Durasi ini merupakan durasi rata-rata yang dimiliki oleh keseluruhan pengguna selama berada dan beraktivitas di dalam sebuah website Marketplace.

Metriks yang terakhir adalah metriks Search traffic atau lintas lintas pencarian situs website Marketplace, yang mana merupakan parameter yang cukup baik untruk melihat seberapa besar ketertarikan pengguna akan sebuah Marketplace. Semakin tinggi search traffic, maka semakin mudah pula suatu Marketplace dalam meningkatkan kemungkinan kunjungan website karena akan selalu berpotensi berada pada posisi teratas dalam mesin pencarian, seperti Google. Semua Marketplace besar ini memiliki jumlah search traffic lebih dari 4 juta lalu lintas.

 

 

Peta Perilaku Pengguna Marketplace di Indonesia

Selain kinerja dari sebuah Marketplace itu sendiri, perilaku pengguna Marketplace juga perlu dipetakan. Pengguna masing-masing Marketplace memiliki karakteristiknya sendiri, misalnya komoditas produk yang dibeli, rata-rata pengeluaran untuk berbelanja, dan tren penggunaan Marketplace berdasarkan jenis kelamin. Selain itu, pengguna juga memiliki penilaian dan isu terhadap masing-masing Marketplace.

Perilaku pengguna sangat penting untuk diketahui, terutama bagi anda yang terjun di dunia bisnis. Dengan mengetahui perilaku dan karakteristik pengguna dari masing-masing Marketplace, anda dapat lebih mudah menentukan strategi bisnis yang akan diambil, demi sebuah tujuan bisnis yakni untuk memperoleh keuntungan. Strategi bisnis meliputi jenis produk yang dipasarkan, harga jual yang ditawarkan, kegiatan promosi yang dilakukan, dan banyak lagi.

eIQ atau ecommerceIQ melakukan sebuah penelitian yang melibatkan 1240 responden pengguna Marketplace. Dalam survey tersebut, eIQ menanyakan beberapa faktor penilaian pengguna terhadap 5 Marketplace besar di Indonesia. Laporan dari eIQ dipublikasikan secara resmi pada tahun 2018 silam.

Laporan tersebut terdiri dari beberapa hal, seperti faktor penilaian pengguna terhadap masing-masing Marketplace yang meliputi beberapa metriks, komoditas atau jenis produk yang paling banyak dibeli, jumlah anggaran untuk berbelanja secara online, isu atau hal-hal yang dikeluhkan oleh pengguna terhadap Marketplace, opsi pembayaran yang disediakan, hingga tren penggunaan Marketplace berdasarkan jenis kelamin pengguna. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Penilaian Pengguna Terhadap Marketplace

Berdasarkan temuan dari eIQ terhadap 5 Marketplace besar di Indonesia, maka dapat dipetakan pola-pola yang menjadi karakteristik masing-masing Marketplace. Blibli memiliki keunggulan yakni reputasi dan layanan yang baik, serta produk yang dijamin asli. Sedangkan Shopee disukai pengguna karena produk-produk yang ditawarkan lebih murah dan memiliki layanan gratis ongkir. Tokopedia memiliki keunggulan dari banyaknya produk yang bisa dipilih, sedangkan Lazada unggul dalam variasi metode pembayaran.

 

Perilaku Pengguna Berdasarkan Produk yang Dibeli

Secara umum, produk elektronik dan fashion masih menjadi komoditas yang paling dicari oleh pengguna. Dua komoditas tersebut dicari oleh pengguna dengan jumlah yang hampir berimbang. Disusul oleh bahan-bahan kebutuhan sehari-hari, namun selisihnya lumayan jauh jika dibandingkan dengan produk elektronik dan fashion.

Bukalapak menjadi Marketplace terdepan untuk komoditas produk elektronik, sementara Shopee memimpin untuk kategori produk fashion. Shopee juga masih menjadi jawara untuk komoditas produk kecantikan, sementara Blibli paling dicari pengguna dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini secara kasat mata menunjukkan bahwa pengguna cenderung memilih Marketplace yang memiliki jaminan kualitas untuk membeli barang-barang elektronik, sebaliknya Marketplace yang menawarkan harga lebih murah cenderung dipilih pengguna untuk membeli produk fashion.

 

Perilaku Pengguna Berdasarkan Rata-Rata Pengeluaran

Yang tak kalah penting dibandingkan dengan produk apa yang dibelanjakan pengguna adalah berapa rata-rata pengeluaran pengguna untuk berbelanja. Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut saling berhubungan. Sebagian besar pengguna menyatakan bahwa mereka membelanjakan sekitar Rp100.000 hingga Rp500.000 untuk berbelanja di Marketplace.

Pada kisaran angka tersebut, Shopee mendominasi dengan perolehan persentase hingga 75%. Hal ini masuk akal, karena produk fashion, yang mana Shopee merupakan pemimpin dalam komoditas ini, rata-rata dibanderol dengan harga Rp100.000 hingga Rp500.000. Sedangkan Blibli unggul jauh dibandingkan para kompetitornya pada kisaran angka Rp1.100.000 hingga Rp1.500.000.

 

Keluhan Pengguna Terhadap Marketplace

Secara umum, permasalahan logistik masih menjadi isu utama yang dikeluhkan pengguna. Seluruh Marketplace mengalami masalah terhadap pengiriman yang lama hingga produk diterima oleh pengguna. Hal ini sebenarnya merupakan permasalahan yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan, karena pihak Marketplace bekerja sama dengan pihak ekspedisi untuk mengirimkan produk sampai ke tangan pengguna.

Selain logistik, terdapat beberapa isu lain yang dikeluhkan pengguna terhadap masing-masing Marketplace. Shopee, Tokopedia, dan Lazada banyak dikeluhkan pengguna mengenai kebijakan pengembalian barang. Bukalapak bermasalah dengan User Experience pada saat pengguna mengakses website, sementara Blibli bermasalah dengan harga barang cenderung yang terlampau mahal.

 

Perilaku Pengguna Berdasarkan Opsi Pembayaran

Berdasarkan laporan eIQ, opsi transfer Bank masih mendominasi pilihan pembayaran yang banyak digunakan pengguna di semua Marketplace. Sementara itu, Lazada sangat menonjol dalam metode pembayaran secara Cash on Delivery (COD). Sedangkan opsi pembayaran melalui kartu kredit banyak digunakan pengguna yang berbelanja di Blibli.

Dapat disimpulkan proses pembayaran sudah tidak lagi menjadi isu signifikan yang dikeluhkan pengguna dalam berbelanja di Marketplace. Namun hal perlu diingat adalah penelitian ini dilakukan 3 tahun silam. Bukan tidak mungkin, dalam jangka waktu 3 tahun opsi pembayaran favorit pengguna dapat berubah.

 

Tren Penggunaan Marketplace Berdasarkan Jenis Kelamin Pengguna

Secara umum, hampir semua Marketplace didominasi oleh pengguna pria dengan persentase yang berbeda-beda. Satu-satunya Marketplace yang lebih banyak digunakan oleh wanita adalah Shopee. Hal ini masuk akal dengan komoditas produk fashion dan kecantikan yang banyak dicari di Shopee.

Sedangkan Marketplace dengan persentase jumlah pengguna pria terbanyak dipegang oleh Bukalapak. Jika melihat pada metriks perilaku pengguna terhadap produk yang dibeli, Bukalapak banyak digunakan pengguna yang mencari produk-produk elektronik. Hal ini sesuai dengan kecenderungan pria yang menyukai gadget dan produk-produk elektronik.

 

 

Marketplace Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

Dengan mengetahui kinerja masing-masing Marketplace dan perilaku pengguna terhadap 5 Marketplace di Indonesia, anda dapat menyesuaikan strategi bisnis apa yang cocok dijalankan untuk setiap kondisi bisnis. Setiap Marketplace menawarkan beragam keunggulannya masing-masing, namun terdapat perbedaan yang membuat sebuah Marketplace lebih disukai oleh salah satu jenis pengguna. Berikut penjelasan secara rinci karakteristik setiap Marketplace berdasarkan perilaku pengguna dan keunggulannya untuk kesuksesan bisnis anda.

 

Shopee

Shopee merupakan Marketplace yang mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2015. Shopee yang berada dibawah perusahaan induk Sea Limited ini adalah Marketplace dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena promosi yang gencar di berbagai media.

Pengguna cenderung memilih untuk berbelanja di Shopee karena harga produk relative lebih murah dibandingkan pesaing dan layanan gratis ongkir yang ditawarkan. Komoditas utama di Shopee adalah produk kategori fashion dan kecantikan. Hal ini tidak mengejutkan, karena 58% pengguna Shopee adalah wanita.

Pengguna juga mengunjungi Shopee untuk berbelanja item-item kecil dengan harga yang tidak terlalu mahal, contohnya fashion. Shopee memiliki keunggulan dalam variasi produk yang luas. Namun memiliki kelemahan seperti pengalaman pengguna yang kurang baik dan munculnya pedagang nakal yang menjual produk yang belum terjamin keasliannya.

Shopee cocok bagi anda yang memiliki bisnis dengan target pelanggan adalah wanita yang cenderung membeli produk-produk fashion dan kecantikan. Shopee juga cocok bagi anda yang menjual produk-produk dengan harga jual relatif terjangkau, yakni dibawah Rp500.000. Selebihnya, berjualan di Shopee cenderung menguntungkan karena jumlah pengguna yang sangat besar.

 

Tokopedia

Tokopedia merupakan startup lokal yang telah meraih status unicorn untuk kategori Marketplace. Tokopedia pertama kali beroperasi di Indonesia tahun 2009, dan merupakan pionir dalam pergeseran budaya perdagangan modern. Bagaimana karakteristiknya?

Tokopedia memiliki keunggulan dalam hal banyaknya variasi produk yang dijual dan antarmuka yang paling mudah digunakan. Pengguna sering mengunjungi Tokopedia untuk mencari produk yang tidak tersedia pada Marketplace lain. 3 komoditas paling banyak dicari di Tokopedia adalah produk elektronik, fashion, dan kebutuhan sehari-hari.

Sama seperti Shopee, Tokopedia banyak dikunjungi pengguna yang mencari barang dengan harga tidak terlalu mahal, yakni dibawah Rp500.000. Barang yang banyak dicari di Tokopedia adalah aneka macam barang-barang unik. Namun Tokopedia juga memiliki kelemahan yakni munculnya produk-produk yang belum jelas keasliannya.

Tokopedia cocok bagi anda yang menjual barang-barang unik yang cenderung tidak ditemukan di Marketplace lain. Barang-barang seperti ini biasanya dijual dengan harga yang relatif rendah. Selain itu, produk-produk seperti elektronik, fashion, dan kebutuhan sehari-hari juga tidak ada salahnya untuk dipasarkan di Tokopedia.

 

Bukalapak

Sama seperti Tokopedia, Bukalapak yang diluncurkan tahun 2010 juga merupakan Marketplace lokal yang telah meraih status unicorn. Di mata pengguna, Bukalapak memiliki tiga keunggulan utama. Masing-masing adalah harga produk yang relatif murah, pilihan produk yang beragam, dan reputasi yang baik.

Pengguna mengunjungi Bukalapak umumnya untuk berbelanja produk-produk elektronik dan fashion. Memang, umumnya barang-barang yang paling banyak diperjual belikan secara online pada awal berdirinya Marketplace adalah barang elektronik dan item fashion. Sama seperti dua Marketplace sebelumnya, pengguna paling banyak menghabiskan uang untuk berbelanja di Bukalapak pada rentang angka Rp100.000 hingga Rp500.000.

Mirip dengan Tokopedia dan Shopee, Bukalapak cocok bagi anda yang terjun di bisnis yang menjual gadget, barang elektronik, atau produk-produk fashion. Terutama jika barang yang anda jual memiliki harga dibawah Rp1000.000. Namun, satu hal yang harus diperbaiki oleh Bukalapak adalah pengalaman pengguna yang kurang menyenangkan saat mengakses website Marketplace.

 

Lazada

Lazada adalah Marketplace dibawah perusahaan induk Alibaba Group yang mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2012. Sama seperti Shopee, Lazada juga sering melakukan promosi besar-besaran di berbagai media elektronik. Satu hal yang unik dari Lazada adalah kekuatan yang berimbang di hampir semua metriks.

Itulah alasan mengapa pengguna memilih untuk membeli barang di Lazada, karena kekuatannya merata di semua kategori. Komoditas utama di Lazada adalah produk-produk elektronik, fashion, dan kebutuhan sehari-hari. Pengguna cenderung memilih Lazada untuk berbelanja barang-barang yang harganya relatif terjangkau, yakni dibawah Rp1000.000.

Lazada menawarkan banyak sekali pilihan metode pembayaran, salah satunya adalah opsi bayar di tempat (COD). Opsi ini menjadi pilihan pembayaran yang diminati pengguna Lazada, selain metode pembayaran melalui transfer Bank. Lazada juga membangun jaringan logistiknya sendiri, yakni Lazada eLogistics.

Jadi, bisnis apa yang cocok dipasarkan di Lazada? Hampir semua kategori barang bisa dipasarkan melalui Lazada, tentu saja dengan dominasi produk kategori elektronik dan fashion. Jika anda memasarkan produk di Lazada, pastikan menyediakan opsi bayar di tempat, karena disitulah letak keunggulan Lazada dibandingkan para competitor.

 

Blibli

Terakhir adalah Blibli, salah satu Marketplace lokal yang tengah mengejar status unicorn. Blibli mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2011. Apa yang membedakan Blibli dan membuatnya unik dibanding Marketplace lain?

Blibli mengedepankan visi yakni pengguna adalah prioritas utama. Blibli berfokus pada menawarkan barang-barang yang dijamin keasliannya dan pengalaman pengguna sebaik mungkin. Blibli juga dikenal memiliki reputasi yang kuat, seperti dilihat bahwa mereka menempati posisi puncak pada metriks reputasi dan layanan pengguna yang baik.

Pengguna mengunjungi Blibli dibandingkan dengan Marketplace lain jika ingin mencari produk-produk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, produk-produk elektronik dan fashion juga menjadi komoditas utama disini. Hal ini masuk akal, karena Blibli dikenal menjual barang, khususnya elektronik, yang dijamin keasliannya.

Hal yang menarik adalah, pengguna Blibli cenderung berbelanja barang yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan Marketplace lain. Seperti rentang harga Rp1000.000 hingga Rp1500.000 dan lebih dari Rp2000.000. Memang produk-produk elektronik biasanya dijual dengan harga demikian, bukan?

Dua hal yang kurang disukai pengguna dari Blibli adalah kurangnya variasi produk yang ditawarkan dan harga barang yang cenderung lebih mahal. Namun hal ini sesuai dengan apa yang mereka peroleh, yakni barang-barang yang dijamin asli. Opsi pembayaran melalui kartu kredit menjadi pilihan utama metode pembayaran yang digunakan oleh pengguna Blibli.

Jadi, bisnis apa yang cocok dipasarkan melalui Blibli? Barang-barang elektronik seperti Smartphone atau Notebook sangat cocok dipasarkan disini, namun pastikan barang yang anda jual adalah barang asli dari brand-brand kenamaan. Selain itu, sediakan metode pembayaran cicilan melalui kartu kredit juga sangat dianjurkan untuk keberlangsungan bisnis anda.

 

 

Ringkasan

Perkembangan teknologi telah memudahkan kita dalam banyak hal, salah satunya adalah transaksi ekonomi. Menjamurnya Marketplace membuat kita memiliki banyak pilihan dalam kegiatan jual beli, baik sebagai penjual maupun pembeli. Setiap Marketplace memiliki karakteristiknya masing-masing, yang membuatnya unggul di mata pengguna.

Dengan mengetahui karakteristik, keunggulan dan kelemahan masing-masing Marketplace, kita dapat merencanakan strategi bisnis dengan lebih baik. Selain itu, perilaku pengguna masing-masing Marketplace perlu dipetakan secara seksama, dengan alasan yang serupa. Strategi bisnis yang baik merupakan senjata untuk bisa menjadi pemenang dalam persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat, demi mencapai tujuan bisnis yang dicita-citakan.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat sebagai salah satu pertimbangan bagi anda yang sedang menyusun strategi bisnis secara digital. Sampai jumpa lagi!

Testing