April 29, 2021 • Bisnis, Berita, Knowledge
Maret 6, 2025 • Berita • by Erika Okada
Table of Contents
Pada tahun 2024, Indonesia resmi memulai proses pemindahan ibu kotanya dari Jakarta ke Nusantara, atau yang lebih dikenal dengan sebutan IKN (Ibu Kota Nusantara).
Pemindahan ibu kota ini merupakan proyek raksasa berskala nasional bagi Indonesia—sebuah negara besar dengan populasi mencapai 280 juta jiwa. Langkah ini bukan sekadar pindah lokasi, melainkan sebuah transformasi besar bagi masa depan bangsa. Dalam artikel ini, kami akan mengupas tuntas dan menjelaskan secara mendalam segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai ibu kota baru Indonesia, Nusantara.
![]()
Ibu kota baru Indonesia, Nusantara, terletak di bagian timur Pulau Kalimantan (Borneo), tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur.
Secara administratif, wilayah ini mencakup area yang membentang di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Lokasi spesifiknya berada sekitar 30 km di sebelah utara-barat laut Balikpapan, yang merupakan salah satu kota pelabuhan utama di wilayah tersebut.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa keunggulan strategis:
Titik Tengah Indonesia: Letaknya yang berada di tengah kepulauan Indonesia memberikan akses yang lebih seimbang ke seluruh wilayah.
Minim Risiko Bencana: Wilayah ini dinilai memiliki risiko gempa bumi dan aktivitas vulkanik yang relatif rendah dibandingkan pulau-pulau lainnya.
Kekayaan Alam: Kawasan ini dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang rimbun dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mendukung visi kota hijau masa depan.
![]()
Keputusan Pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara didasarkan pada beberapa faktor krusial berikut ini:
Kepadatan Penduduk dan Kemacetan: Sebagai megapolitan dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menghadapi masalah kemacetan kronis yang terjadi setiap hari.
Penurunan Muka Tanah dan Banjir: Pengambilan air tanah yang berlebihan serta infrastruktur yang belum memadai menyebabkan penurunan permukaan tanah secara terus-menerus, yang memperbesar risiko banjir besar.
Keseimbangan Pembangunan: Pemerintah ingin mengoreksi kondisi “Jawa-sentris”—di mana populasi dan ekonomi terpusat di Pulau Jawa—dengan mendorong pertumbuhan yang lebih merata di wilayah lain di Indonesia.
Pusat Ekonomi Baru: Menjadikan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru guna menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Pembangunan Berkelanjutan: Nusantara dirancang menjadi Smart City yang ramah lingkungan. Perencanaan kota ini mencakup penggunaan energi terbarukan serta sistem manajemen kota berbasis teknologi mutakhir.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, pemerintah menetapkan pemindahan ibu kota sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
![]()
Proyek pemindahan ibu kota Indonesia, “Nusantara”, dijalankan di bawah kepemimpinan dan inisiatif kuat Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Proses pemindahan ibu kota ini merupakan perjalanan panjang yang diiringi dengan tonggak sejarah penting:
26 Agustus 2019: Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan rencana pemindahan ibu kota negara.
18 Januari 2022: DPR RI secara resmi menyetujui undang-undang pemindahan ibu kota dan menetapkan “Nusantara” sebagai nama ibu kota baru.
9 Maret 2022: Presiden Joko Widodo melakukan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) di titik nol, menandai dimulainya pembangunan secara resmi.
17 Agustus 2024: Upacara HUT Kemerdekaan RI direncanakan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Nusantara.
Dalam pidato kenegaraannya pada 16 Agustus 2019, Presiden Jokowi menegaskan visi di balik proyek ini: “Ibu kota baru bukan hanya sekadar simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi dari kemajuan bangsa.” Beliau menetapkan konsep Nusantara sebagai “Modern, Smart, and Green City” yang sepenuhnya didukung oleh energi terbarukan.
Selain itu, melalui akun Instagram pribadinya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa gagasan pemindahan ibu kota sebenarnya sudah muncul sejak era Presiden pertama RI, Soekarno. Beliau menekankan bahwa langkah ini sangat krusial dan diperlukan demi pertumbuhan jangka panjang Indonesia, sembari meminta restu dan pemahaman dari seluruh seluruh rakyat Indonesia.
Proyek raksasa ini melibatkan kolaborasi antara pemimpin visi dan eksekutor handal. Berikut adalah tokoh-tokoh utama di balik pembangunan IKN:
Joko Widodo (Jokowi): Penggagas sekaligus pendorong utama rencana pemindahan ibu kota.
Basuki Hadimuljono: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bertanggung jawab penuh atas perencanaan dan pembangunan infrastruktur kota.
Bambang Susantono: Kepala Otorita IKN pertama yang memimpin tata kelola administratif Nusantara.
Dhony Rahajoe: Wakil Kepala Otorita IKN yang bertugas mengawal implementasi pembangunan di lapangan.
DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat): Secara resmi menyetujui proyek ini dengan mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) pada tahun 2022.
Nusantara sedang dikembangkan dengan visi menyatukan keberlanjutan lingkungan dan teknologi tingkat tinggi. Berikut adalah lima karakteristik utama yang mendefinisikan IKN:
1. Desain Kota Berkelanjutan Nusantara memprioritaskan kelestarian alam dengan target emisi karbon netral. Salah satu langkah konkretnya adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt untuk memasok kebutuhan energi kota melalui sumber terbarukan.
2. Implementasi Smart City Kota ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbaru untuk meningkatkan efisiensi kota dan kualitas hidup warga. Teknologi ini diterapkan mulai dari manajemen lalu lintas pintar, optimasi konsumsi energi, hingga sistem mitigasi bencana digital.
3. Simbiosis dengan Alam Nusantara mengusung konsep keharmonisan dengan alam sekitar. Ruang terbuka hijau dan taman kota yang luas akan dibangun untuk menjaga keanekaragaman hayati serta menyediakan ruang publik yang asri bagi masyarakat.
4. Mendorong Multikulturalisme Sebagai titik temu masyarakat dari berbagai latar belakang budaya di seluruh Indonesia, Nusantara dirancang untuk memfasilitasi keberagaman tersebut melalui penyediaan ruang komunitas dan fasilitas budaya yang inklusif.
5. Infrastruktur Transportasi Terintegrasi Jaringan transportasi yang efisien disiapkan untuk menghubungkan area dalam dan luar kota. Nusantara memprioritaskan transportasi umum massal serta jalur khusus pejalan kaki dan sepeda guna mendukung mobilitas yang berkelanjutan.
Nusantara diharapkan menjadi simbol masa depan Indonesia sebagai kota yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga selaras dengan lingkungan hidup.
![]()
Proyek pemindahan ibu kota ke “Nusantara” telah dimulai sejak tahun 2022 dan dilakukan secara bertahap. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai progres pembangunan saat ini serta rencana strategis pemerintah di masa mendatang:
Pembangunan Fasilitas Utama Pemerintah: Hingga Oktober 2024, Istana Kepresidenan dan sejumlah hunian bagi pejabat tinggi negara telah selesai dibangun. Sementara itu, infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan tol dan bandara terus dikebut pengerjaannya.
Penyelenggaraan Upacara Hari Kemerdekaan: Pada 17 Agustus 2024, Nusantara mencetak sejarah dengan menjadi lokasi upacara HUT RI pertama kalinya. Namun, akibat keterlambatan konstruksi dan keterbatasan fasilitas, skala upacara tersebut diperkecil dan undangan bagi tamu penting mancanegara terpaksa ditiadakan.
Masuknya Investasi Swasta: September 2024 menjadi momen bersejarah dengan masuknya investasi asing pertama. Perusahaan raksasa asal Tiongkok, Delonix Group (sektor perhotelan dan kuliner), serta lembaga pendidikan Australia, AIS, resmi bergabung dalam proyek Nusantara dan mulai membangun hotel serta sekolah.
Alokasi Anggaran: Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana alokasi dana sekitar Rp48,8 triliun (sekitar 3 miliar USD) untuk kelanjutan pembangunan Nusantara pada periode 2025 hingga 2029.
Target Penyelesaian Fasilitas Utama: Presiden Prabowo menargetkan penyelesaian gedung-gedung utama pemerintahan dan lembaga legislatif dalam empat tahun ke depan. Target besarnya adalah melaksanakan upacara pelantikan presiden berikutnya tahun 2029 di Nusantara.
Akselerasi Investasi Swasta: Pemerintah terus berkomitmen menarik lebih banyak investasi swasta guna mempercepat pengembangan kawasan Nusantara menjadi kota yang mandiri.
Meskipun menghadapi tantangan seperti keterlambatan jadwal konstruksi dan dinamika pendanaan, pemerintah Indonesia tetap menunjukkan fokus dan dedikasi penuh untuk mendorong keberhasilan proyek Nusantara ini.
Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 22 Januari 2025, menginstruksikan peninjauan ulang terhadap anggaran negara (APBN) dan anggaran daerah (APBD). Instruksi ini meminta kementerian serta pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi anggaran, seperti mengevaluasi biaya seremoni dan perjalanan dinas, guna mengamankan dana sekitar Rp306 triliun (sekitar 3 triliun Yen).
Faktor utama di balik peninjauan anggaran ini adalah perluasan program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan janji kampanye utama sang Presiden. Program yang awalnya menargetkan 17 juta orang ini kini diperluas untuk menjangkau 82,9 juta orang, sehingga membutuhkan tambahan dana sekitar Rp100 triliun.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi ini, anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menjadi objek evaluasi:
Peninjauan Desain Gedung: Presiden Prabowo menginstruksikan peninjauan ulang terhadap desain gedung legislatif dan yudikatif di Nusantara. Hal ini disebut-sebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan preferensi serta permintaan baru dari Presiden, bukan semata-mata karena penyesuaian anggaran.
Pengurangan Anggaran Signifikan: Dalam APBN tahun anggaran 2025, alokasi dana untuk pembangunan Nusantara mengalami penurunan drastis sebesar 65% dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah-langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa rencana pembangunan Nusantara akan mengalami keterlambatan dari jadwal semula.
Meski terjadi pemotongan anggaran, Presiden Prabowo menegaskan bahwa beliau tidak berniat membatalkan rencana pemindahan ibu kota. Beliau menyatakan komitmennya untuk mulai bekerja dan berkantor di Nusantara secara resmi pada Agustus 2028.
Rencana pemindahan ibu kota ke Nusantara memicu beragam reaksi dari masyarakat maupun para ahli. Berikut adalah poin-poin utama dari opini pro dan kontra yang berkembang:
Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan Daerah: Menghapus dominasi ekonomi di Pulau Jawa (Jawa-sentris) dan mendorong pertumbuhan yang lebih seimbang di seluruh pelosok Indonesia.
Solusi Masalah Jakarta: Dengan memindahkan pusat pemerintahan, beban Jakarta dalam menghadapi kemacetan parah, polusi udara, hingga penurunan muka tanah diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Model Kota Masa Depan: Nusantara dipandang sebagai pelopor kota berkelanjutan yang menggunakan energi terbarukan dan teknologi smart city, yang bisa menjadi standar baru pembangunan kota di masa depan.
Dampak Lingkungan dan Ekosistem: Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Banyak pihak khawatir pembangunan ini akan menyebabkan deforestasi dan hilangnya habitat bagi satwa liar.
Beban Fiskal dan Risiko Ekonomi: Besarnya investasi yang dibutuhkan dikhawatirkan akan membebani keuangan negara dan mengorbankan proyek sosial-ekonomi penting lainnya.
Nasib Masalah Jakarta yang Terlupakan: Ada kekhawatiran bahwa pemindahan ibu kota bukanlah solusi akar masalah bagi Jakarta, sehingga masalah-masalah lama di sana justru berisiko terabaikan.
Kurangnya Transparansi Informasi: Sebagian masyarakat merasa informasi mengenai pemindahan ini belum tersampaikan dengan baik, sehingga tingkat pemahaman dan dukungan publik masih perlu ditingkatkan.
Menghadapi berbagai perspektif ini, Pemerintah Indonesia dituntut untuk lebih transparan dalam membagikan informasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat guna mewujudkan pemindahan ibu kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Nusantara sebagai solusi atas masalah kepadatan penduduk dan penurunan muka tanah di Jakarta, sekaligus demi mencapai pemerataan pembangunan di seluruh negeri.
Nusantara, yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, dirancang menjadi smart city yang berkelanjutan. Proyek yang dimulai pada tahun 2022 di bawah kepemimpinan Presiden ke-7, Joko Widodo, ini telah mencatat sejarah dengan penyelenggaraan upacara Hari Kemerdekaan pada tahun 2024. Saat ini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan fasilitas utama terus dikebut dengan target besar: melaksanakan upacara pelantikan presiden periode berikutnya tahun 2029 di Nusantara.
Untuk membantu Anda memahami lebih dalam, berikut adalah daftar istilah penting yang digunakan dalam artikel ini:
Nusantara: Berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “hubungan kerja sama yang harmonis antar pulau”. Nama ini dipilih sebagai identitas ibu kota baru Indonesia.
Pulau Kalimantan: Wilayah Indonesia di Pulau Borneo, di mana lokasi IKN berada tepat di bagian timurnya.
Joko Widodo (Jokowi): Presiden ke-7 Indonesia yang merupakan penggagas dan penggerak utama proyek pemindahan ibu kota.
Prabowo Subianto: Presiden Indonesia saat ini yang berkomitmen melanjutkan dan menuntaskan pembangunan Nusantara.
Smart City (Kota Cerdas): Sebuah konsep kota yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengefisiensikan fungsi kota dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai proyek pemindahan ibu kota Indonesia:
1. Mengapa Indonesia memindahkan ibu kotanya? Pemindahan ini bertujuan untuk mengatasi masalah kronis di Jakarta, seperti kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, dan penurunan muka tanah. Selain itu, pemerintah ingin mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
2. Di mana lokasi tepatnya Nusantara berada? Nusantara terletak di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di bagian timur Pulau Kalimantan (Borneo). Wilayahnya mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
3. Apa saja karakteristik utama dari kota Nusantara? Nusantara mengusung konsep kota masa depan dengan beberapa fitur utama:
Desain kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penerapan teknologi Smart City berbasis informasi dan komunikasi terbaru.
Konsep kota yang selaras dengan alam (simbiosis dengan hutan).
Ruang multikultural yang inklusif.
Infrastruktur transportasi yang efisien dan modern.
4. Bagaimana progres pembangunan IKN saat ini? Pembangunan telah dimulai sejak tahun 2022. Pada tahun 2024, Nusantara telah sukses menyelenggarakan Upacara Hari Kemerdekaan RI. Saat ini, pembangunan fasilitas utama pemerintahan terus berjalan dengan target pelaksanaan upacara pelantikan Presiden periode berikutnya tahun 2029 di lokasi tersebut.
5. Bagaimana pendapat warga dan para ahli terkait proyek ini? Terdapat beragam pandangan mengenai proyek ini. Pihak yang setuju menilai ini sebagai langkah tepat untuk pemerataan ekonomi dan penciptaan model kota hijau. Di sisi lain, beberapa ahli dan warga mengkhawatirkan dampak kerusakan lingkungan serta besarnya beban finansial yang harus ditanggung negara.
Untuk bisnis di Indonesia, Timedoor merayakan ulang tahun ke-10
Pengembangan sistem, layanan pendidikan IT, pendidikan bahasa Jepang, dan layanan penempatan tenaga kerja, serta layanan dukungan masuk pasar
![]()
beberapa entri blog lain yang mungkin anda minati