Mei 9, 2025 • Berita • by Dennis Timothy T

Apa Itu NPWP? Pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak di Indonesia

Apa Itu NPWP? Pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak di Indonesia

Saat menjalankan bisnis di Indonesia, baik perusahaan maupun individu hampir pasti akan berhadapan dengan proses pengurusan dan pengelolaan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Berbeda dengan sistem perpajakan di Jepang maupun negara-negara Barat, NPWP memegang peran yang sangat sentral dalam sistem administrasi dan perpajakan Indonesia.

NPWP tidak hanya dibutuhkan untuk pendaftaran badan usaha, tetapi juga berkaitan erat dengan kegiatan akuntansi sehari-hari, pelaporan pajak, hingga perpanjangan visa bagi warga negara asing (WNA). Dengan kata lain, NPWP merupakan fondasi penting dalam menjalankan aktivitas bisnis dan kepatuhan hukum di Indonesia.

Melalui artikel ini, kami akan membahas secara lengkap apa itu NPWP, siapa saja yang wajib memilikinya, prosedur pendaftaran, hal-hal yang perlu diperhatikan, serta perkembangan terbaru terkait kebijakan NPWP. Penjelasan disusun secara ringkas dan mudah dipahami, khususnya bagi manajer dan pemilik perusahaan asing yang sedang atau akan berekspansi ke Indonesia.

Apa Itu NPWP di Indonesia?

インドネシアの税務登録(NPWP取得)と納税の流れ

Pengertian dan Kepanjangan NPWP

NPWP merupakan singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Dalam sistem perpajakan Indonesia, NPWP adalah nomor identitas unik yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha untuk keperluan administrasi perpajakan.

Melalui NPWP, otoritas pajak dapat mengelola dan memantau seluruh informasi perpajakan wajib pajak, mulai dari riwayat pelaporan pajak, status pembayaran, hingga tunggakan pajak. Secara sederhana, NPWP dapat dianggap sebagai “kartu identitas pajak” bagi setiap wajib pajak di Indonesia.

Mengapa NPWP Sangat Penting?

NPWP dibutuhkan dalam berbagai aktivitas administratif dan bisnis di Indonesia, antara lain:

  • Pelaporan dan pembayaran pajak

  • Pembukaan rekening bank (terutama untuk perusahaan dan WNA)

  • Pengurusan serta perpanjangan visa

  • Pendaftaran badan usaha dan pengajuan izin usaha

  • Pelaporan dan penyetoran pajak penghasilan karyawan (PPh 21)

  • Kegiatan ekspor-impor dan proses kepabeanan

Dengan cakupan penggunaan yang sangat luas, NPWP menjadi fondasi utama sistem administrasi dan perpajakan Indonesia, mulai dari tahap pendirian bisnis hingga aktivitas operasional sehari-hari, termasuk pengelolaan keberadaan warga negara asing.

Struktur dan Format Nomor NPWP

NPWP terdiri dari 15 digit angka, yang masing-masing memiliki arti tertentu:

  • 9 digit pertama: nomor identitas wajib pajak (individu atau badan)

  • 3 digit berikutnya: kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai domisili

  • 3 digit terakhir: kode status wajib pajak (misalnya individu/badan, pusat/cabang)

Contoh format NPWP:
12.345.678.9-012.000

Dari struktur ini, otoritas pajak dapat langsung mengidentifikasi lokasi pendaftaran serta jenis wajib pajak yang bersangkutan.

Siapa Saja yang Wajib Memiliki NPWP?

Wajib Pajak Orang Pribadi

  • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun ke atas dan memiliki penghasilan

  • Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dan memperoleh penghasilan di Indonesia, seperti ekspatriat atau pekerja lepas jangka panjang

Wajib Pajak Badan

  • Perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia

  • Kantor perwakilan (Representative Office)

  • Perusahaan Penanaman Modal Asing (PT PMA)

NPWP bukan hanya kewajiban administratif. Tanpa NPWP, wajib pajak tidak dapat melakukan pelaporan pajak dan proses hukum tertentu, serta berisiko terkena sanksi administratif dan denda. Oleh karena itu, pengurusan NPWP sejak awal sangat disarankan.

Manfaat Memiliki NPWP

Selain sebagai kewajiban hukum, kepemilikan NPWP juga memberikan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Tarif pajak lebih rendah
    Wajib pajak tanpa NPWP dikenakan tarif pajak 20% lebih tinggi dibandingkan pemilik NPWP.

  • Meningkatkan kredibilitas bisnis
    NPWP menjadi indikator legalitas dan kepatuhan perusahaan di mata bank, investor, dan mitra bisnis.

  • Mempermudah proses administrasi
    Banyak perizinan usaha, kontrak bisnis, dan dokumen resmi mensyaratkan NPWP sebagai dokumen pendukung.

Digitalisasi NPWP dan Perkembangan Terbaru

Sejak tahun 2022, pemerintah Indonesia mulai mengintegrasikan NPWP dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Memasuki tahun 2024, sebagian besar layanan perpajakan telah beralih ke sistem digital dan online.

Ke depannya, sistem ini akan mengarah pada skema di mana NIK berfungsi sekaligus sebagai NPWP, dengan tujuan meningkatkan efisiensi administrasi serta memperkuat kepatuhan pajak secara nasional.

Kesimpulan

NPWP bukan sekadar nomor administratif, melainkan bagian dari infrastruktur sosial dan hukum di Indonesia. Bagi individu, ekspatriat, maupun perusahaan asing, kepemilikan NPWP merupakan syarat penting untuk menjalankan aktivitas bisnis secara legal, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.

Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui tentang NPWP

NPWPに関して知っておくべきこと

Siapa yang Wajib Memiliki NPWP dan Kapan Harus Mengurusnya?

Untuk Badan Usaha

Dalam mendirikan dan menjalankan badan usaha di Indonesia, perusahaan wajib mengurus NPWP badan sejak mulai melakukan kegiatan usaha. NPWP badan diperlukan untuk berbagai kewajiban perpajakan, antara lain:

  • Pelaporan dan pembayaran Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan)

  • Pendaftaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN / VAT)

  • Pemotongan dan penyetoran Pajak Penghasilan karyawan (PPh 21)

Tanpa NPWP, perusahaan tidak dapat menjalankan kewajiban pajaknya secara sah dan berisiko terkena sanksi administratif.

Untuk Orang Pribadi

Bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dan memperoleh penghasilan di Indonesia, kepemilikan NPWP merupakan kewajiban.

NPWP orang pribadi dibutuhkan untuk:

  • Pelaporan dan pembayaran pajak penghasilan pribadi

  • Pembukaan rekening bank

  • Pengurusan dan perpanjangan visa tinggal

  • Keperluan administratif lainnya

Cara Mengurus NPWP dan Dokumen yang Diperlukan

Pengurusan NPWP untuk Badan Usaha

Dokumen yang Dibutuhkan:

  • Akta Pendirian Perusahaan dan surat pengesahannya dari Kemenkumham

  • Surat Keterangan Domisili Usaha

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)

  • Identitas direktur atau penanggung jawab (KTP atau paspor)

Prosedur Pendaftaran:

  • Mengajukan permohonan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

  • Atau melalui pendaftaran online (e-Registration DJP)

Pengurusan NPWP untuk Orang Pribadi

Dokumen yang Dibutuhkan:

  • Paspor

  • Izin tinggal (KITAS atau KITAP)

  • Kontrak kerja (jika bekerja di Indonesia)

Prosedur Pendaftaran:

  • Pendaftaran langsung di KPP

  • Atau melalui sistem pendaftaran online

Kewajiban Pengelolaan dan Pemeliharaan NPWP

Setelah NPWP diterbitkan, wajib pajak memiliki beberapa kewajiban lanjutan, antara lain:

  • Pembaruan data
    Perubahan alamat, tempat kerja, atau status usaha wajib dilaporkan ke KPP.

  • Pelaporan pajak tahunan (SPT Tahunan)
    Setiap wajib pajak tetap wajib melaporkan SPT Tahunan meskipun tidak memiliki penghasilan. Keterlambatan atau kelalaian dapat dikenakan denda dan bunga.

  • Penghapusan NPWP
    Jika wajib pajak meninggalkan Indonesia secara permanen atau menghentikan kegiatan usaha, pengajuan penghapusan NPWP harus dilakukan. Proses ini umumnya memakan waktu hingga ±6 bulan, sehingga disarankan untuk mengurusnya lebih awal.

Integrasi NPWP dan NIK

Pemerintah Indonesia terus mendorong integrasi antara NPWP dan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Sejak 14 Juli 2022, warga negara Indonesia dan penduduk asing tertentu dapat menggunakan NIK sebagai NPWP.

Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • Menyederhanakan proses administrasi perpajakan

  • Meningkatkan efisiensi sistem pajak nasional

  • Mempermudah kepatuhan wajib pajak

Prosedur Pajak yang Berkaitan dengan NPWP

Pelaporan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh 21)

Orang pribadi yang memiliki NPWP wajib melaporkan pajak atas penghasilan yang diperoleh di Indonesia. Untuk karyawan, pajak biasanya dipotong langsung oleh pemberi kerja, dan pada akhir tahun akan diterbitkan bukti potong pajak (Formulir 1721-A1) sebagai dasar pelaporan SPT Tahunan.

Pelaporan Pajak Penghasilan Badan

Badan usaha wajib melaporkan dan membayar pajak penghasilan badan atas laba tahunan. NPWP dicantumkan dalam seluruh dokumen perpajakan dan digunakan dalam setiap komunikasi dengan otoritas pajak.

Catatan Praktis Terkait Penggunaan NPWP

  • Keterkaitan dengan perpanjangan visa
    Status NPWP dan kepatuhan pelaporan pajak dapat memengaruhi proses perpanjangan izin tinggal WNA.

  • Pembukaan rekening bank
    Sebagian besar bank di Indonesia mewajibkan NPWP sebagai syarat pembukaan rekening.

  • Kegiatan impor dan ekspor
    Dalam dokumen kepabeanan, NPWP importir wajib dicantumkan sebagai identitas resmi.

 

 

 

Kesimpulan

NPWP merupakan identitas perpajakan yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan bisnis di Indonesia, baik bagi badan usaha maupun individu. Dengan memahami kewajiban kepemilikan NPWP, menyiapkan dokumen yang diperlukan, serta melakukan pendaftaran secara tepat, pelaku usaha dapat menghindari potensi masalah administratif dan sanksi perpajakan di kemudian hari.

Seiring perkembangan kebijakan terbaru, pemerintah Indonesia juga terus mendorong integrasi NPWP dengan NIK serta digitalisasi layanan perpajakan, sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien dan transparan. Perubahan ini menuntut wajib pajak untuk semakin proaktif dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem yang berlaku.

Bagi warga negara asing, NPWP tidak hanya berkaitan dengan kewajiban pajak, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap perpanjangan visa, pembukaan rekening bank, dan berbagai prosedur administratif lainnya. Oleh karena itu, pengurusan NPWP sejak dini dan pengelolaan yang akurat menjadi langkah krusial.

Dalam konteks ekspansi bisnis ke Indonesia, NPWP dapat dianggap sebagai “paspor perpajakan” yang memungkinkan perusahaan dan individu beroperasi secara legal, tertib, dan berkelanjutan.

Untuk bisnis di Indonesia, Timedoor merayakan ulang tahun ke-10

Pengembangan sistem, layanan pendidikan IT, pendidikan bahasa Jepang, dan layanan penempatan tenaga kerja, serta layanan dukungan masuk pasar

Hubungi Kami.

 

 

CEO Of Timedoor Indonesia

Looking for E-commerce MobileApp for your Retail business? Learn more on APPMU

Testing