Mei 12, 2021 •

Social Media Marketing: Organic vs Paid, Mengapa Bisnis Anda Butuh Keduanya?

Social Media Marketing: Organic vs Paid, Mengapa Bisnis Anda Butuh Keduanya?

Sebagai pelaku bisnis, anda tentu sudah familiar dengan istilah social media marketing. Social media marketing merupakan bagian dari digital marketing, yang mencakup pemasaran melalui beragam aspek digital, seperti website hingga email marketing. Social media marketing atau pemasaran melalui media sosial sering digunakan sebagai cara memasarkan produk atau layanan dari sebuah brand.

Social media adalah platform yang biasa kita gunakan untuk berbagi cerita, gambar, video, audio, dan lain-lain kepada pengguna lain. Social media yang banyak dikenal dan digunakan, baik oleh pengguna casual maupun pebisnis sebagai media pemasaran antara lain: Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, YouTube, dan TikTok. Pemasaran sebuah produk melalui social media umumnya dilakukan dengan dua cara: organic dan paid.

Kedua strategi pemasaran melalui social media tersebut perlu anda ketahui secara mendalam, demi kesuksesan bisnis anda. Kali ini kami akan membahas strategi pemasaran melalui social media, yakni organic social media marketing dan paid social media marketing. Simak hingga akhir pembahasan agar anda paham perbedaan keduanya, mengapa anda perlu menggunakan organic dan paid social media marketing, dan cara mengintegrasikan keduanya sekaligus.

 

 

Sekilas Tentang Social Media Marketing

Seperti yang telah sedikit disinggung, social media marketing merupakan bagian dari digital marketing. Social media marketing secara spesifik merupakan cara bagaimana sebuah brand mempromosikan produk atau layanan melalui konten di sosial media. Hal ini bertujuan untuk membangun hubungan atau interaksi yang kuat dengan audience yang menjadi target pasar melalui social media.

Menurut laporan dari We Are Social yang berjudul Digital 2021: the latest insights into the ‘state of digital’ tersebut, 170 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna aktif social media. Angka tersebut berarti sekitar 61.8 persen dari total seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 274.9 juta jiwa. Maka dari itu, pemasaran melalui social media adalah strategi bisnis yang harus dilakukan.

Social media marketing memiliki beberapa karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis pemasaran lain, diantaranya adalah:

  • Terbatas pada pengguna social media.
  • Wujud pemasaran. Berupa konten tulisan, gambar, audio, video, dan lainnya.
  • Membangun, menjaga, dan meningkatkan interaksi dengan target audience.
  • Lebih cepat karena target yang dicakup relatif terbatas.

Menurut Big Eye Agency, sebelum melakukan social media marketing ada 12 langkah yang harus anda persiapkan, yakni:

  1. Riset dan kenali audience anda. Topik dan pembahasan apa yang mereka sukai.
  2. Gunakan social media yang digunakan audience. Ketahui platform yang cocok dan paling banyak digunakan oleh target pasar.
  3. Tentukan tujuan. Apa yang ingin anda capai dengan social media marketing. Tujuan harus bias diperhitungkan secara kuantitatif.
  4. Tulis konsep pemasaran. Hal ini meliputi konsep pemasaran secara detil, hal-hal apa saja yang ingin anda lakukan. Perlu diperhatikan bahwa konsep pemasaran bias berbeda untuk tiap-tiap platform yang digunakan.
  5. Tentukan peran. Sesuaikan peran dan tanggung jawab setiap karyawan dalam melakukan pemasaran. Misalnya siapa yang memposting, siapa yang membalas respon audience, dan siapa yang merangkum laporan.
  6. Sisihkan 30 – 60 menit. Sisihkan waktu pada awal minggu atau bulan untuk menjadwal konten. Selain itu, gunakan waktu yang ada untuk membuat rencana konten pada waktu-waktu yang akan datang.
  7. Buat rincian konten. Setiap konten harus dirinci secara detil, seperti topik, headlines, link terkait, waktu posting, dan lain sebagainya.
  8. Konten harus relevan dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pastikan konten yang diposting menarik audience untuk berinteraksi.
  9. Perlakukan setiap platform. Setiap platform social media memiliki karakteristik audience yang berbeda-beda. Hindari posting di seluruh platform dalam waktu yang bersamaan dengan isi konten yang benar-benar sama.
  10. Rekrut seseorang untuk menjadi customer service di social media untuk merespon setiap komentar dan feedback dari audience.
  11. Laporan berkala. Setiap minggu atau bulan, sediakan laporan mengenai perkembangan seluruh konten yang diposting. Sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
  12. Selalu lakukan analisis dari hasil pencapaian social media marketing yang telah dilakukan. Apakah sudah sesuai dengan tujuan atau ada yang perlu ditingkatkan.

Setelah mengetahui tentang social media marketing, karakteristiknya, dan cara mempersiapkan social media marketing, berikutnya anda perlu tahu dua jenis social media marketing, yakni secara organic dan paid. Meskipun terlihat mirip, namun diantara keduanya terdapat perbedaan yang patut diperhitungkan.

 

Apa itu Organic Social Media Marketing?

Organic social media marketing adalah cara pemasaran melalui sosial media yang dilakukan secara gratis tanpa adanya budget khusus untuk pemasaran. Organic social media berupa konten yang anda posting secara gratis dan dapat dilihat oleh followers dan audience yang mengunjungi akun social media brand anda. Selama tidak dibutuhkan budget khusus, sebuah konten dikategorikan sebagai organic social media, apapun jenis kontennya.

Beberapa jenis konten yang bisa dibagikan di platform social media secara organic, antara lain:

  • Postingan berupa tulisan, gambar, dan video
  • Postingan dengan hashtags
  • Postingan dengan link terkait
  • dan lain-lain

Organic social media biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan, seperti:

  • Mempromosikan produk atau layanan, baik yang baru maupun yang sudah ada
  • Membagikan konten berupa berita serta artikel edukatif
  • Mengajak audience untuk mengunjungi website brand
  • dan sebagainya

Karena tidak diperlukan biaya, organic social media lebih ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan interaksi dengan audience yang sudah ada. Konten yang diposting secara organic yang memberikan informasi yang berguna, diharapkan mampu menarik minat audience untuk berinteraksi sehingga terbangun koneksi yang baik. Dengan koneksi yang terbangun dengan baik antara brand dan audience, kemungkinan audience akan memilih berbelanja pada brand anda dibandingkan dengan brand kompetitor.

 

Apa itu Paid Social Media Marketing?

Sesuai namanya, paid social media marketing adalah strategi pemasaran dimana anda membayar untuk mengiklankan produk atau layanan dari brand anda di platform social media. Iklan tersebut akan muncul di feed orang-orang yang tidak mengikuti akun social media brand anda, namun dianggap sebagai target audience yang berpotensi menjadi konsumen brand anda, berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Sebuah konten dapat dikategorikan sebagai paid social media, selama anda merogoh kocek agar konten tersebut dapat tampil di social media.

Beberapa strategi paid social media marketing yang umum dilakukan, antara lain:

  • Postingan yang dipromosikan
  • Postingan bersponsor
  • Iklan dalam bentuk tulisan, gambar, dan video
  • dan lain-lain

Paid social media marketing biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti:

  • Meningkatkan kesadaran terhadap brand dan menjaring followers baru
  • Menghasilkan prospek dengan promo, diskon, dan sebagainya
  • Meningkatkan konversi, seperti transaksi penjualan

Konsep dari paid social media marketing adalah menampilkan konten dari brand anda yang ideal, memancing interaksi, dan efektif menyampaikan pesan, kepada audience yang tidak mengikuti akun social media brand anda namun dianggap sebagai calon konsumen anda. Setiap tahunnya, social media semakin ramai sehingga sulit bagi konten untuk tampil secara organic. Hal ini didukung data dari HubSpot yang menunjukkan bahwa pengguna Facebook sekarang hanya melihat 2% konten organic di feed mereka.

Dengan demikian, membayar sejumlah uang demi menampilkan konten brand di social media menjadi solusi yang cepat dan akurat dari permasalahan ini.

 

Organic vs Paid, Mana yang Lebih Unggul?

Strategi social media marketing secara organic dan paid memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mengetahui lebih jelas, anda bisa lihat infografis berikut:

Berdasarkan infografis diatas, secara umum social media marketing bertujuan untuk:

  • Memperoleh followers dan customers baru
  • Mempromosikan konten yang berkualitas
  • Melakukan riset terhadap target audience

Sementara itu, social media marketing secara organic bertujuan untuk membangun dan menjaga hubungan antara brand dengan audience yang sudah ada. Hal-hal yang merupakan keunggulan dari menggunakan organic social media, yaitu:

  • Mempertahankan dan menumbuhkan citra brand yang baik di mata audience dan customers
  • Mendukung dan mempertahankan customers setia yang sudah ada
  • Mengkonversi followers menjadi customers baru

Namun begitu, dikarenakan tidak membutuhkan biaya alias gratis, organic social media memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah lambatnya proses yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis. Selain itu, organic social media butuh banyak waktu, percobaan, dan pengalaman untuk bisa mencapai tujuan yang dikehendaki.

Sedangkan paid social media marketing  bertujuan untuk menghubungkan anda dengan calon customers atau audience yang baru. Keunggulan dari menggunakan strategi paid social media marketing, adalah:

  • Menjangkau lebih banyak calon customers
  • Memetakan target audience yang ideal dengan lebih tepat
  • Mencapai tujuan bisnis dengan lebih cepat

Sayangnya, paid social media marketing tetap memiliki kekurangan. Diantaranya budget yang tidak sedikit yang mana memberatkan untuk brand yang sedang merintis usaha, dan diperlukan pakar yang kompeten di bidang social media advertising.

 

 

Alasan Menggunakan Organic Social Media Marketing

Seperti yang sudah disinggung, hanya 2% konten organic yang muncul di feed pengguna Facebook berdasarkan data dari HubSpot. Sementara menurut Independent, 70% konten organic tidak terlihat di feed pengguna Instagram. Namun Animoto mengadakan survey yang ternyata memiliki hasil yang sebaliknya.

Berdasarkan survey kepada 1000 customers pada 2020 lalu, 58% menyatakan bahwa mereka mengunjungi social media milik brand sebelum mengunjungi website brand tersebut. Artinya, ketika customers mengunjungi social media brand, hal yang pertama mereka lihat adalah konten-konten bersifat organic. Jadi, mengapa anda perlu menggunakan organic social media marketing?

 

Menunjukan Konsistensi Brand

Sedikit dibahas sebelumnya bahwa konten-konten yang bersifat organic adalah hal yang pertama dilihat oleh customers ketika mengunjungi social media brand anda. Tak masalah jika anda memasang iklan dan customers berinteraksi dengan brand anda dari situ. Namun, bagaimana ketika mereka mengunjungi social media anda dari iklan dan ternyata isinya kosong?

Hal ini tentu wajib anda hindari. Maka dari itu, posting secara oganic di social media akan membantu membangun citra brand anda di mata customers. Customers dapat mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang brand, produk-produk yang anda tawarkan, dan pesan-pesan yang ingin brand anda sampaikan.

Meningkatkan Kesadaran Brand

Konten-konten organic adalah konten yang dilihat langsung oleh orang-orang yang mengikuti social media anda. Jadi ketika anda posting sesuatu, konten tersebut akan menjadi bagian dari timeline atau feed milik followers. Semakin sering followers terpapar dengan konten dari brand anda, maka semakin tinggi pula peluang untuk meningkatkan kesadaran akan brand.

Semakin tinggi kesadaran audience akan keberadaan brand, kecenderungan mereka menjadi customers semakin besar. Saat ini, mempertahankan loyalitas pelanggan sama sulitnya dengan menjangkau pelanggan baru. Jadi, dengan konten organic yang diposting secara konsisten, maka akan menciptakan loyalitas pelanggan terhadap brand anda.

 

Sangat Efektif Jika Anda Memiliki Banyak Followers

Katakanlah, brand anda memiliki ribuan atau bahkan jutaan followers di setiap platform social media yang digunakan, maka organic social media marketing akan sangat efektif digunakan sebagai strategi bisnis. Logikanya, semakin banyak followers, maka semakin banyak pula orang yang akan melihat konten anda. Namun jika brand anda baru merintis dan belum memiliki banyak followers tidak perlu cemas, karena dengan ratusan followerspun anda akan tetap menghasilkan interaksi dengan menggunakan konten organic.

Beberapa tips terbaik yang bisa anda praktekkan sehubungan dengan organic social media marketing, antara lain:

  • Promosi seminimal mungkin. Simpan budget promosi anda untuk iklan. Daripada fokus untuk membuat orang membeli produk anda, fokuslah membuat konten yang sekiranya bermanfaat dan memiliki nilai bagi followers anda. Memang tidak ada salahnya untuk sesekali mengadakan promo, namun promo harus berada di sela-sela konten yang sifatnya edukatif dan inspiratif yang akan membantu followers lebih mengenal, mempercayai, dan merasa terhubung dengan brand anda.
  • Maksimalkan citra brand. Kebalikan dengan promosi, citra dan kepribadian brand anda harus ditonjolkan secara maksimal dengan konten-konten organic. Gunakan konten organic secara maksimal untuk menunjukkan apa dan siapa brand anda. Tunjukkan orang-orang dibaliknya, nilai-nilai brand anda, pesan yang anda suarakan, dan minat anda sebagai sebuah brand.
  • Perkuat brand anda. Konten yang diposting secara organic merupakan cara tepat untuk memperkuat brand anda. Lihat halaman social media brand anda dan apa yang anda lihat, apakah hal-hal yang ingin orang tahu ada disitu? Jika belum, buatlah konten-konten yang menampilkan apa yang brand anda lakukan dan apa yang diperjuangkan, dan pastikan konten-konten tersebut berada di bagian paling atas di social media brand anda.

 

 

Alasan Menggunakan Paid Social Media Marketing

Selain organic social media marketing, tentu strategi pemasaran dengan paid social media sangat dibutuhkan oleh bisnis anda. Faktanya, 24% customers memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian setelah melihat iklan yang ditampilkan pada feed atau timeline mereka. Tentu hal ini disadari oleh brand, yang mana banyak berinvestasi dengan menggelontorkan dana untuk mengiklankan produk mereka di social media.

Survey dari Animoto menunjukkan bahwa 96% pelaku bisnis menempatkan konten iklan dalam berbagai bentuk pada platform social media, dan 91% mengaku puas dengan hasil yang didapatkan dari mengiklankan produk mereka melalui social media. Jika sudah demikian, apakah anda masih belum yakin untuk menerapkan strategi paid social media marketing? Berikut adalah alasan mengapa bisnis anda butuh strategi tersebut.

 

Meningkatkan Konversi ke Transaksi Penjualan

Secara umum, setiap bisnis bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang didapatkan dari transaksi penjualan. Paid social media marketing adalah cara terbaik untuk meningkatkan konversi ke transaksi penjualan, yang berujung pada keuntungan bisnis anda yang meningkat. Maka dari itu, membayar sejumlah uang rasanya tidak masalah, jika anda memperoleh keuntungan yang anda harapkan.

Bandingkan dengan konten organic, memang anda tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun untuk sekadar posting. Namun, anda juga tidak bisa berharap lebih konten-konten organic bisa meningkatkan penjualan dan keuntungan. Karena yang melihat konten-konten demikian hanyalah followers dan orang-orang yang memang mengunjungi social media brand anda.

 

Menjaring Target Pasar yang Lebih Spesifik

Dengan konten-konten yang diposting secara organic, anda tidak bisa mengincar target pasar yang spesifik. Siapapun, asal merupakan followers anda bisa melihat konten yang anda posting, tidak peduli latar belakang pendidikan, ekonomi, jenis kelamin, dan sebagainya. Dengan paid social media, anda bisa membidik target pasar kepada orang-orang yang sekiranya akan tertarik dengan produk atau layanan yang anda tawarkan.

Beberapa karakteristik target pasar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda, antara lain:

  • Demografis
  • Ketertarikan
  • Perilaku di dunia maya
  • Tingkat pendidikan
  • Status perkawinan
  • dan sebagainya

Parameter-parameter diatas memungkinkan iklan yang anda buat untuk dapat tampil di hadapan audience yang kemungkinan besar bakal menjadi customers anda.

 

Mengajak Audience untuk Mengunjungi Website Anda

Jika diperhatikan, iklan yang muncul di timeline atau feed social media anda pasti terdapat ajakan untuk mengunjungi website milik pengiklan. Berkat bantuan tombol call-to-action (CTA), audience bisa lebih mudah untuk mengakses website milik brand dengan hanya satu kali klik pada iklan yang tampil. Tentu saja, anda masih bisa menaruh link menuju website di profil media sosial atau melalui konten yang diposting secara organic.

Namun dengan paid social media, kemungkinan audience untuk mengunjungi website anda akan lebih besar. Selain untuk mengunjungi website, sebenarnya fungsi tombol CTA lebih luas lagi. Hal-hal yang bisa dipasang di tombol call-to-action antara lain:

  • Kunjungi website
  • Pelajari lebih lanjut
  • Beli sekarang
  • Hubungi sekarang
  • dan lain-lain

Sesuaikan saja fitur-fitur tombol CTA diatas dengan kebutuhan bisnis dan strategi pemasaran anda. Untuk bisa memaksimalkan paid social media marketing agar mendapat hasil yang diharapkan, ada beberapa tips dan trik khusus. Berikut adalah tips terbaik yang bisa anda praktekkan sehubungan dengan paid social media marketing, yaitu:

  • Buat tombol call-to-action yang jelas. Sampaikan secara langsung apa yang anda harapkan dari audience setelah melihat iklan anda. Misalnya jika anda ingin meningkatkan transaksi penjualan, ajak pengguna dengan kata-kata “beli sekarang”. Atau anda ingin pengguna mengunjungi website, gunakan kata-kata “kunjungi website”.
  • Singkat dan padat. Sesuai dengan kaidah periklanan yang baik dan benar, jaga iklan anda tepat singkat, padat, dan jelas. Iklan ditampilkan pada audience yang mungkin belum mengenal brand anda sama sekali. Maka dari itu, sangat penting bagi anda untuk menjaga agar iklan yang dibuat tetap singkat dan langsung pada intinya.
  • Trial and error. Tidak ada ilmu pasti yang mempelajari iklan seperti apa yang pasti akan membawa keuntungan bagi bisnis anda. Anda mungkin akan gagal mencapai target yang diharapkan di awal, namun bukan berarti anda menyerah. Coba lagi dan lagi, dengan pesan yang berbeda, konten yang berbeda, dan ajakan call-to-action yang berbeda, untuk meningkatkan hasil yang bisnis anda harapkan.

 

 

Mengapa Bisnis Anda Butuh Keduanya?

Pada akhirnya strategi pemasaran melalui social media yang baik adalah yang bisa memberikan hasil yang signifikan dan sesuai dengan yang bisnis anda harapkan. Organic social media dan paid social media hanyalah sarana untuk mewujudkan tujuan bisnis. Meskipun demikian, memang hasil yang diraih akan lebih signifikan jika anda menggunakan keduanya.

Organic social media digunakan untuk menumbuhkan citra brand yang baik di mata customers, mempertahankan customers yang sudah ada, dan mengkonversi followers yang ada menjadi customers. Sementara paid social media digunakan untuk menjangkau lebih banyak calon customers, memetakan target audience yang ideal dengan lebih tepat, dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih cepat. Jika anda mengintegrasikan keduanya, anda bisa mendapatkan manfaat seperti membangun kesadaran brand, menjual lebih banyak produk atau layanan, dan meningkatkan loyalitas customers akan brand di berbagai platform social media.

Dalam prakteknya, ada saat dimana anda lebih butuh fokus untuk membuat konten-konten edukatif dan infomatif yang diposting secara organic. Namun di saat-saat tertentu, anda perlu meningkatkan penjualan produk atau kunjungan ke website brand, sehingga anda perlu strategi paid social media marketing. Maka dari itu, akan lebih efektif jika anda menggunakan organic dan paid social media marketing sekaligus, karena keduanya terbukti lebih kuat sebagai strategi pemasaran jika disandingkan dan digunakan bersama.

Tentu saja, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum mengintegrasikan organic dan paid social media marketing, diantaranya:

  • Isi dan kualitas konten. Organic dan paid social media marketing memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Jika sudah begini, anda bisa gunakan keduanya agar saling melengkapi. Namun, yang sering luput dari perhatian adalah kualitas dari konten itu sendiri.

Misalnya, anda memiliki jenis konten yang paling banyak mengundang engagement dari audience. Maka  anda perlu membuat konten yang serupa secara konsisten. Setelah itu, anda bisa fokus untuk meningkatkan engagement dengan cara boost up salah satu konten melalui iklan.

  • Analisis data yang ada. Social media sebagai strategi bisnis kini memiliki banyak fitur yang memudahkan bisnis anda. Salah satunya adalah Insight yang bisa anda gunakan untuk mengetahui karakteristik dari audience anda. Gunakan data-data yang disediakan untuk menganalisis sehingga anda menemukan strategi apa yang sesuai dengan karakteristik audience anda.

Dengan menganalisis karakteristik audience anda bisa membuat konten dengan gaya bahasa yang disukai audience, topik apa yang menarik bagi mereka, dan produk apa yang diminati oleh customers. Berbekal dengan itu, anda bisa membuat konten-konten yang bakal disukai oleh mayoritas audience. Bahkan, anda bisa mulai melibatkan paid promotion untuk menjangkau audience baru dengan karakteristik yang mirip dengan customers anda dengan membuat konten yang serupa.

  • Perkuat eksekusi. Strategi yang terencana dengan sempurna tidak akan pernah mendapatkan hasil yang diharapkan jika eksekusinya tidak matang. Ungkapan tersebut benar adanya, termasuk dalam strategi pemasaran melalui social media. Eksekusi pemasaran yang baik dibutuhkan kualitas dan pengalaman dari orang di belakangnya.

Tentu saja strategi pemasaran melalui social media diperlukan banyak sekali trial and error hingga menemukan formula yang tepat. Rutin membuat dan memposting konten yang bervariasi bisa menjadi solusi yang tepat. Setelahnya, perhatikan engagement untuk masing-masing konten dan dari situ anda bisa menerapkan strategi pemasaran yang sekiranya bakal tepat sasaran.

 

 

Ringkasan

Strategi pemasaran secara digital kini banyak digunakan oleh banyak pelaku bisnis, baik dari brand yang sudah terkenal maupun brand baru yang sedang merintis. Social media marketing merupakan bagian dari digital marketing yang banyak digunakan oleh pelaku bisnis, mengingat sangat efektif untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. Misalnya untuk memperoleh followers dan customers baru, mempromosikan konten yang berkualitas, dan melakukan riset terhadap target audience.

Strategi pemasaran melalui social media umumnya terbagi menjadi dua, yakni organic social media dan paid social media. Keduanya memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing yang bisa anda gunakan dan sesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda. Pada akhirnya, anda butuh keduanya untuk digunakan secara bersama-sama agar hasil yang didapatkan maksimal dan mampu mencapai tujuan bisnis anda.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi panduan anda dalam menerapkan strategi social media marketing. Sampai jumpa lagi!

Testing