Mei 22, 2021 •

Apa itu Landing Page?

Apa itu Landing Page?

Dalam dunia Digital Marketing, terdapat banyak sekali konsep pemasaran baru dan mungkin belum pernah anda ketahui sebelumnya. Di artikel kali ini, anda akan menemukan penjelasan yang lengkap mengenai Landing Page, perbedaannya dengan Homepage, jenis-jenis Landing Page, dan Mengapa Landing Page penting untuk bisnis. Sedikit untuk membuat anda lebih tertarik pada topik ini, mengembangkan Landing Page yang baik dapat membantu anda untuk menghasilkan keuntungan yang lebih banyak dari website toko online anda.

Mari kita bahas secara mendalam semua hal tentang Landing Page satu per satu.

 

 

Apa itu Landing Page?

Di dunia pemasaran secara digital, Landing Page adalah sebuah halaman web yang berdiri sendiri, yang dibuat berbeda dari halaman-halaman web lain, untuk kebutuhan yang lebih terfokus pada satu tujuan. Tujuan yang dimaksud biasanya berhubungan dengan pemasaran atau atau periklanan. Biasanya Landing Page ini akan ditampilkan jika pengguna mengakses website melalui iklan, bisa melalui pencarian berbayar pada Google atau Bing, atau iklan yang ditampilkan di social media seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

Dikarenakan Landing Page hanya berfokus pada satu tujuan, ia bisa dikatakan sebagai tindak lanjut dari semua hal yang anda buat pada konten iklan. Landing Page merupakan perantara yang bisa mengkonversi pengunjung yang datang melalui iklan untuk selanjutnya menjadi pelanggan anda. Landing Page yang baik akan membantu anda dalam meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan transaksi pembelian, atau memberikan informasi pribadi sebagai imbalan untuk mendapatkan apa yang anda tawarkan.

 

Fungsi Landing Page

Sebenarnya apa fungsi dari sebuah Landing Page? Jadi, Landing Page memiliki dua fungsi utama, yakni:

  • Fungsi pertama dari sebuah Landing Page adalah untuk mengumpulkan data-data pribadi dari pengunjung yang dianggap sebagai calon pelanggan potensial, yang diharapkan akan melakukan transaksi pembelian di masa yang akan datang. Seperti yang sudah sedikit dibahas pada poin sebelumnya bahwa Leading Page membantu meyakinkan pengunjung untuk memberikan informasi pribadi. Informasi-informasi tersebut yang dinamakan dengan Leads, yang mana harus selalu dijaga demi kelangsungan sebuah bisnis.
  • Fungsi yang kedua dari sebuah Landing Page ialah untuk mempercepat transaksi pembelian produk atau layanan yang ditawarkan oleh sebuah brand. Halaman Landing Page didesain secara khusus agar minim distraksi dari menu atau tombol navigasi untuk mengakses halaman lain, berbeda dengan halaman web biasa yang umumnya memiliki beragam menu dan navigasi. Bisa diibaratkan, Landing Page merupakan jalan khusus bagi pengunjung untuk mengakses produk atau layanan dari sebuah brand yang ingin dibeli.

Dengan fungsi-fungsi tersebut, maka anda tidak perlu hanya menggunakan satu Landing Page saja di waktu yang sama. Berdasarkan pengalaman dari beberapa pakar Digital Marketing, anda disarankan untuk menggunakan lebih dari satu Landing Page dalam waktu yang bersamaan, yang mana isi dari masing-masing Leading Page menyasar pada target pasar yang berbeda-beda. Apalagi jika anda merupakan brand besar, yang mana memiliki berbagai macam produk dan layanan yang disesuaikan dengan target audience yang lebih luas.

 

Beberapa Contoh Landing Page

Untuk semakin memperjelas gambaran anda mengenai apa itu Landing Page dan seperti apa tampilannya, berikut kami sajikan beberapa contoh Landing Page milik beberapa brand kenamaan. Selain sebagai gambaran, contoh-contoh Landing Page yang kami sajikan bisa anda gunakan sebagai inspirasi dalam mendesain Landing Page untuk brand anda sendiri.

 

 

 

 

Perbedaan Landing Page dan Homepage

Jika dilihat secara kasat mata, cukup mudah untuk menemukan perbedaan antara Landing Page dan Homepage. Namun, menunjukkan perbedaan dari segi tampilan antara Landing Page dan Homepage tidak akan membuat anda paham mengenai konsep mengapa Landing Page dibuat. Perbedaan antara Landing Page dan Homepage mengerucut pada untuk apa mereka dibuat.

Dalam membuat sebuah website kita tentu fokus pada tujuan tertentu yang ingin dicapai kelak. Fokus tersebut yang membedakan antara Landing Page dan Homepage. Jika Homepage dibuat untuk tujuan eksplorasi menu dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh sebuah website, sebaliknya Landing Page didesain secara khusus untuk campaign iklan, penawaran special, atau mengajak pengunjung untuk memberikan informasi melalui satu tombol Call-to-Action (CTA).

Singkatnya, Landing Page didesain untuk mengkonversi iklan menjadi transaksi yang diharapkan. Itulah mengapa Landing Page sangat efektif digunakan sebagai alat yang digunakan untuk keperluan Digital Marketing. Maka dari itu, Landing Page sangat perlu anda buat untuk keperluan bisnis, jika tidak ingin brand anda ditinggalkan oleh calon pelanggan.

Untuk lebih rincinya, mari pahami ciri-ciri khusus dari Homepage dan Landing Page pada poin berikut.

 

Ciri-Ciri Homepage

Homepage memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari Landing Page, yakni:

  • Homepage secara umum merupakan tampilan utama sebuah website yang dilihat oleh pengguna;
  • Homepage biasanya merupakan halaman pertama yang dilihat ketika pengunjung membuka sebuah website, baik melalui pencarian maupun dengan mengetikkan url website tersebut pada address bar;
  • Menampilkan menu-menu dan tombol navigasi menuju halaman-halaman penting pada website tersebut;
  • Merupakan wadah bagi pengunjung untuk memahami seluruh produk atau layanan yang ditawarkan oleh brand yang bersangkutan.

Ciri-Ciri Landing Page

Sedangkan Landing Page mempunyai karakteristik yang membedakannya dari Homepage atau halaman-halaman lain dari website, yaitu:

  • Merupakan halaman website yang berdiri sendiri dan memiliki fungsi khusus dalam website;
  • Mendorong pengunjung untuk fokus pada satu produk atau layanan yang ditawarkan oleh sebuah brand, dan segera melakukan transaksi di website tersebut;
  • Mengajak pengunjung yang mengakses Landing Page untuk melakukan aksi tertentu yang diharapkan, misalnya membeli produk atau layanan, memberikan data-data pribadi dengan mengisi formulir, atau mempelajari informasi yang diberikan oleh brand.

 

 

Jenis-Jenis Landing Page

Berdasarkan jenisnya, Landing Page dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan fungsinya. Yang pertama adalah Lead Generation Landing Page atau terkadang disebut juga dengan Lead Gen atau Lead Capture Page. Sedangkan yang kedua adalah Click-Through Landing Page.

Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing Landing Page.

 

Lead Generation Landing Page

Lead Generation Landing Page atau yang juga dikenal dengan Lead Gen atau Lead Capture Page ini merupakan Landing Page yang utamanya berfungsi untuk mengumpulkan data-data pengunjung yang berpotensi menjadi calon pelanggan. Biasanya, data-data yang dikumpulkan berupa nama dan email. Data-data pribadi tersebut akan digunakan oleh brand dalam menjaga hubungan dengan calon pelanggan potensial.

Biasanya brand akan mengirimkan berbagai informasi promosi produk, diskon, konten berita, dan informasi lainnya melalui email yang diberikan oleh pengunjung. Maka dari itu sangat penting bagi brand untuk memberikan penawaran yang menarik untuk pengunjung yang datang agar mereka bersedia untuk memberikan data-data pribadinya. Dalam praktiknya, Lead Gen sering digunakan dalam model marketing B2B dan produk atau layanan milik brand yang berbiaya tinggi.

Singkatnya, Lead Gen berhubungan langsung dengan fungsi Leads pada Landing Page.

 

Click-Through Landing Page

Sedangkan Click-Through Landing Page ialah Landing Page yang fungsi utamanya adalah untuk mendorong pengunjung yang datang agar melakukan transaksi pembelian pada website milik brand. Ciri-ciri khusus dari Click-Through Landing Page yang bisa diamati dengan mudah adalah memiliki tampilan halaman yang sederhana. Halaman tersebut biasanya hanya memiliki satu tombol Call-To-Action yang memuat tulisan “Beli Sekarang”, “Pilih Sekarang”, dan sejenisnya.

Tampilan yang sederhana dan minim navigasi tersebut dapat memperkecil kemungkinan pengunjung yang datang untuk berpindah ke halaman-halaman lainnya. Dalam praktiknya, Click-Through Landing Page banyak digunakan pada model marketing B2C atau e-commerce. Singkatnya, Click-Through Landing Page berhubungan secara langsung dengan fungsi Transaction pada Landing Page.

Sebenarnya selain Lead Generation Landing Page dan Click-Through Landing Page, masih ada lagi beberapa jenis Landing Page yang bisa ditemukan. Mereka ialah Squeeze Page, Sales Page, Infomercial, Splash Page, Viral Landing Page, dan Microsite. Kami akan jelaskan singkat saja mengenai jenis-jenis Landing Page tersebut untuk sekadar menambah pengetahuan anda.

  • Squeeze Page. Mirip dengan Lead Generation Landing Page, Squeeze Page juga digunakan untuk mengumpulkan data milik pengguna. Namun, berbeda dengan Lead-Gen, Squeeze Page umumnya diletakkan di bagian atas pada corong penjualan milik brand. Satu-satunya tujuan dari Squeeze Page adalah mengumpulkan email milik pengunjung untuk selanjutnya ditambahkan ke milis.

Squeeze Page memiliki ciri-ciri khusus yakni memiliki tampilan yang singkat, jelas, dan konten yang dibuat seminimal mungkin. Selain itu, Tombol Call-to-Action didesain sejelas mungkin agar pengunjung tidak ragu untuk memberikan data mereka. Lebih lanjut, ketika Squeeze Page juga harus menyediakan tautan yang akan membawa pengunjung ke langkah berikutnya atau opsi untuk keluar jika pengunjung tidak ingin melanjutkan.

  • Sales Page. Berbeda dengan Squeeze Page, Sales Page biasanya diletakkan di bagian bawah pada corong penjualan, dan harus meyakinkan pengunjung untuk melakukan transaksi pembelian. Membuat Sales Page seringkali dianggap yang paling sulit. Pasalnya, anda membutuhkan pemahaman lengkap mengenai kebutuhan pelanggan anda dan keahlian dalam desain, taktik komunikasi, cara berjualan yang baik.

Panjang halaman Sales Page bergantung pada kuantitas produk atau layanan yang hendak brand anda jual dan seberapa banyak hal yang perlu anda katakan untuk menjelaskan manfaat produk atau layanan tersebut bagi pengunjung. Namun terlepas dari itu, tujuan akhir dari Sales Page adalah mendorong pengunjung untuk menekan tombol Call-to-Action dan melakukan pembelian.

  • Bagi generasi 90-an, Infomercial pasti mengingatkan anda pada iklan televisi yang ditayangkan larut malam pada tahun-tahun tersebut. Namun siapa sangka di masa sekarang sekarang, banyak brand yang sukses menggabungkan teknik penjualan ala Infomercial ke dalam Digital Marketing. Kontras dengan Lead-Gen atau Squeeze Page, Infomercial mengajak pengunjung anda menikmati cerita yang panjang, rumit, dan emosional sehingga orang yang membacanya akan larut dalam cerita tersebut dan membuat mereka berkomitmen untuk melakukan transaksi pembelian.
  • Splash Page. Pernahkah anda membuka sebuah website lalu tiba-tiba muncul Pop-Up yang menutupi konten website tersebut? Itulah yang dinamakan dengan Splash Page. Splash Page merupakan jenis Landing Page dengan tampilan paling sederhana.

Splash Page biasanya hanya terdiri dari satu atau dua gambar, sedikit tulisan, namun memiliki pesan yang sangat jelas. Splash Page tidak ditujukan untuk mengumpulkan data-data pengunjung, namun lebih berfungsi hanya untuk memberikan informasi dasar kepada pengunjung sebelum mereka mengakses website brand anda.

  • Viral Landing Page. Viral Landing Page ialah jenis Landing Page yang tujuan utamanya ialah untuk membangun kesadaran brand. Viral Landing Page biasanya berisi tautan menuju website milik brand atau halaman lain, yang disajikan secara halus dan tidak mencolok. Kunci dari mendesain Viral Landing Page yang baik ialah fokus pada konten yang informatif dan atau menyenangkan bagi pengunjung.

Dengan begitu, pengunjung yang membaca konten tersebut diharapkan akan membagikan halaman Viral Landing Page ke akun social media milik pengunjung. Konten-konten di Viral Landing Page bisa berupa tulisan, gambar, video, atau bahkan game.

  • Seperti namanya, Microsite merupakan miniatur dari sebuah website. Microsite biasanya berisi lebih dari satu halaman, namun masih dikategorikan sebagai Landing Page karena memiliki satu tujuan khusus dalam upaya penjualan atau promosi produk. Microsite biasanya digunakan secara berdampingan dengan iklan online atau iklan yang ditayangkan di media elektronik seperti televisi.

 

 

Mengapa Perlu Menggunakan Landing Page?

Katakanlah, anda telah bersusah payah membangun brand dan website untuk mencapai tujuan bisnis yang anda harapkan, yakni memperoleh keuntungan. Tentu anda ingin kerja keras anda selama ini terbayarkan bukan? Landing Page merupakan sebuah tool yang wajib anda gunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Landing Page merupakan bentuk strategi pemasaran yang efektif dalam mengkonversi pengunjung yang datang menjadi pelanggan. Landing Page mampu meningkatkan trafik pengunjung, memperbaiki performa SEO, dan membangun brand anda. Namun sayangnya tidak semua brand menggunakan Landing Page sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh MarketingSherpa, hanya 68% perusahaan B2B yang menggunakan Landing Page. Pada survey yang sama juga diketahui bahwa 44% iklan milik perusahaan B2B mengarah ke Homepage milik brand tersebut, bukan menuju ke Landing Page. Angka-angka diatas cukuplah rendah, jika melihat manfaat-manfaat yang dirasakan jika menggunakan Landing Page.

Yang menjadi pertanyaan, jika Landing Page sangat penting dan bermanfaat bagi bisnis, mengapa tidak semua brand menggunakan Landing Page? Menurut HubSpot, ada semacam stigma bahwa Landing Page sangat sulit untuk dibuat dan dikelola. Padahal, anggapan bahwa Landing Page sulit dibuat dan dikelola jelas-jelas salah.

Landing Page mengajak calon pelanggan untuk melihat produk atau layanan yang ditawarkan oleh brand, dan mendorong mereka untuk melakukan transaksi pembelian. Ini adalah kesempatan bagi brand untuk meningkatkan keuntungan penjualan dan membangun loyalitas pelanggan. Membangun Landing Page yang efektif bukan tentang tampilan yang menarik, namun lebih kepada memberikan apa yang dicari oleh calon pelanggan.

Jadi, pepatah “Never Start a Marketing Campaign Without a Dedicated Landing Page” itu benar adanya. Sebelum anda mengetahui seperti apa tampilan Landing Page yang baik, kami jabarkan 5 alasan mengapa anda harus menggunakan Landing Page untuk keperluan bisnis. Berikut penjelasannya:

 

Meningkatkan Konversi Hingga 80%

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh EyeviewDigital, Landing Page yang berisi konten video terbukti mampu meningkatkan konversi hingga 80%. Bukan suatu hal yang mengherankan, mengingat Landing Page memiliki tujuan yang spesifik. Jadi sebuah Landing Page mampu meningkatkan konversi sesuai dengan target yang diharapkan oleh sebuah brand, baik untuk mengumpulkan data-data pelanggan atau mendorong transaksi penjualan.

 

Melakukan Filter terhadap Calon Konsumen

Mari bicara fakta, tidak semua pengguna melakukan klik pada iklan, baik iklan yang ditampilkan melalui social media maupun pencarian berbayar, yang menuju Landing Page anda dengan sukarela. Pengguna yang mengunjungi Landing Page brand anda berarti memiliki dua kecenderungan. Yang pertama adalah mereka tertarik pada produk atau layanan yang brand anda tawarkan.

Sedangkan yang kedua ialah mereka merupakan pengunjung yang cukup pintar untuk mengakses iklan yang muncul di hadapan mereka. Jadi, secara tidak langsung anda telah melakukan filter terhadap pengguna pasif dan pengunjung yang tidak tertarik atau bahkan malas untuk mengunjungi Landing Page brand anda. Tipe-tipe pengunjung seperti ini akan sangat merepotkan bisnis anda, karena menyebabkan anda kesulitan memetakan target audience secara jelas.

 

Mendorong Efektifitas Iklan Berbayar

Seperti yang sudah dibahas diatas, 44% iklan berbayar milik perusahaan B2B mengarah ke Homepage, bukan Landing Page. Padahal, iklan dengan link yang mengarah ke Landing Page akan mendorong efektifitas iklan tersebut. Akan sangat disayangkan jika sebuah brand sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk menempatkan iklan di social media dan pencarian berbayar namun tidak efektif dalam meningkatkan konversi seperti yang diharapkan.

 

Memudahkan Pelacakan, Pencatatan, dan Analisa Pengunjung

Ketika membuat Landing Page, anda bisa menaruh tools seperti Pixel atau Site Counter yang bisa memudahkan anda mendapatkan Insight mengenai pengunjung yang datang. Insight berguna untuk menyajikan anda data-data mengenai pengunjung seperti jumlah pengunjung, durasi kunjungan, asal pengunjung, dan lain sebagainya. Data-data tersebut bisa anda analisa untuk selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap strategi bisnis yang sedang berjalan, apakah masih cukup bagus atau perlu dilakukan retargeting.

 

Membangun Kredibilitas dan Kesadaran Brand

Alasan terakhir mengapa anda perlu menggunakan Landing Page untuk keperluan bisnis adalah untuk membangun kredibilitas dan kesadaran pengunjung terhadap brand anda. Bagaimana caranya? Anda bisa menaruh social proof atau testimoni pelanggan yang telah membeli dan merasakan manfaat dari produk atau layanan yang anda jual.

Keberadaan testimonial ini akan membantu anda dalam membangun kredibilitas brand, terlebih jika memang produk atau layanan yang brand anda tawarkan memang berkualitas. Singkatnya, dengan meningkatnya jumlah pengunjung Landing Page, maka orang-orang akan semakin familiar dengan brand anda. Hal ini berarti Landing Page membantu anda dalam membangun kesadaran brand di mata calon pelanggan.

 

 

Bagaimana Landing Page yang Baik?

Setelah anda mengetahui alasan mengapa perlu menggunakan Landing Page, anda juga perlu tahu seperti apa Landing Page yang baik. Secara garis besar, jangan pernah gunakan Homepage sebagai Landing Page. Anda perlu mendesain sesuatu yang spesifik yang membuat pengunjung tertarik terhadap apa yang brand anda tawarkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Landing Page yang baik memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

  • Fokus pada konten, bukan brand. Pengunjung yang melakukan klik pada iklan yang mengarah ke Landing Page memiliki tujuan, yakni ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk atau layanan yang mereka lihat. Maka fokuslah membuat tampilan Landing Page yang mampu menjawab keingintahuan pengunjung terhadap produk atau layanan tersebut. Anda tidak perlu menjelaskan secara rinci mengenai brand anda, sejarahnya, visi dan misi, atau apapun itu.

Percayalah, menampilkan segala detil mengenai brand anda tidak akan memberi kesan pertama yang baik kepada pengunjung. Kami tidak bilang bahwa di Landing Page anda tidak perlu menuliskan informasi tentang brand sama sekali. Tulis seperlunya saja, sisanya serahkan pada Homepage untuk memuat segala informasi tentang brand anda.

  • Bebas dari distraksi. Seperti yang sudah dijelaskan, hindari menampilkan terlalu banyak menu dan navigasi yang memungkinkan pengunjung mengakses halaman lain. Konten yang ada pada Landing Page harus memiliki tujuan akhir yakni memberikan pengunjung apa yang mereka mau sesuai dengan apa yang brand harapkan. Maka dari itu, cukup sediakan satu tombol Call-to-Action untuk mengkonversi pengunjung yang mengakses Landing Page.
  • Tampilannya tidak mengintimidasi. Utamanya bagi anda yang membuat Landing Page untuk keperluan Leads, hindari tampilan Landing Page yang tampak mengintimidasi pengguna. Seperti apa tampilan yang mengintimidasi? Isian formulir yang panjang bisa menjadi hal yang mengerikan bagi pengunjung dan berpotensi membuat mereka tidak jadi mengambil apapun yang anda tawarkan.

Buat formulir yang sesingkat mungkin, atau jika tidak memungkinkan, bagi menjadi beberapa langkah. Misalnya formulir untuk mengisi nama dan alamat email ada pada langkah pertama, kemudian informasi-informasi pribadi yang lain berada pada langkah berikutnya.

  • Memiliki segmentasi pelanggan. Bagi brand besar yang memiliki berbagai macam produk dan segmentasi pelanggannya masing-masing, anda perlu membuat lebih dari satu Landing Page. Setiap Landing Page harus berisikan konten yang menyesuaikan setiap segmentasi pelanggan. Dengan menargetkan pelanggan tertentu dengan konten Landing Page yang disesuaikan, anda telah memelihara pelanggan-pelanggan yang dianggap potensial pada masa yang akan datang.
  • Mengumpulkan informasi potensial. Masih berhubungan dengan segmentasi pelanggan, anda bisa menaruh tools yang bisa memberikan brand anda Insight mengenai karakteristik pengunjung. Karakteristik pengunjung tidak hanya sekadar nama dan email, namun harus mencakup data-data demografis, durasi kunjungan, mengapa mereka melakukan klik, dan sebagainya. Data-data tersebut tidak bisa anda dapatkan hanya dengan menempatkan formulir yang nantinya akan diisi oleh pengunjung.

Dengan kata lain, percuma anda mengumpulkan banyak informasi dari pengunjung dengan formulir, jika tidak bisa dikonversi dengan baik untuk meningkatkan transaksi penjualan.

  • Memberikan penawaran khusus. Beri penawaran khusus terhadap produk atau layanan bagi pengunjung yang datang, yang tidak bisa mereka temukan di tempat lain, misal Marketplace. Pastikan anda telah melakukan survey terlebih dahulu mengenai produk atau layanan yang akan menjadi jadikan penawaran khusus. Pastikan produk atau layanan tersebut merupakan apa yang calon pelanggan anda butuhkan dan bermanfaat bagi bisnis anda.
  • Mengucapkan terima kasih. Landing Page yang anda buat harus ditindaklanjuti dengan Pop-Up ucapan terima kasih bagi pengunjung. Selain agar terlihat sopan, memberi ucapan terima kasih juga akan meyakinkan pengunjung bahwa mereka telah menyelesaikan transaksi yang terjadi di Landing Page, entah itu transaksi pembelian ataupun pengisian formulir. Singkatnya, jangan pernah melupakan setiap detil pengalaman yang akan dirasakan pengunjung dalam mengakses Landing Page.
  • Menyisipkan tautan lain. Seperti yang sudah disebutkan diatas, menaruh terlalu banyak menu dan navigasi pada Landing Page sangat tidak dianjurkan. Namun bukan berarti anda tidak bisa menyisipkan tautan lain. Saran dari kami, biarkan pengguna tahu bahwa brand anda memiliki media pemasaran yang lain. Caranya dengan menyisipkan tautan yang sekiranya berguna, misalnya profil Social Media atau laman Official Store milik brand di Marketplace.

 

 

Ringkasan

Landing Page merupakan tools yang digunakan sebagai salah satu strategi Digital Marketing untuk mencapai tujuan bisnis yang diharapkan. Landing Page memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan Homepage atau halaman-halaman lain pada sebuah website. Dalam penerapannya, Landing Page memiliki dua fungsi, yakni Leads dan Transaction.

Berbeda fungsi Landing Page, maka berbeda pula jenis Landing Page yang dibutuhkan. Namun pada akhirnya, menggunakan Landing Page sangat dianjurkan karena sangat efektif dalam mengkonversi pengunjung yang datang menjadi pelanggan. Semoga artikel kali ini sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan anda mengenai Landing Page dan meyakinkan anda untuk memanfaatkan penggunaan Landing Page untuk keperluan bisnis.

Sampai jumpa lagi!

Testing