SIKI Bali, Bisnis dari Langkah Kecil yang Kini Berkembang Pesat

Testimoni Chinatsu ishiodori

Chinatsu Ishiodori

Owner Of Siki Bali

Interviewer : Ria Sasmitha Utami

14 October 2017

Question : Kali ini kami berkesempatan untuk mewawancarai salah satu klien yang telah lama bekerjasama dengan kami, Ibu Chinatsu Ishiodori, tentang pengalaman beliau berbisnis di Indonesia, terutama Bali. Selamat siang Chinatsu-san, terima kasih untuk waktunya hari ini. Kali ini kami ingin tanya-tanya tentang pengalaman Chinatsu-san. Pertama… Bolehkah Chinatsu-san bercerita sedikit tentang bagaimana pertama kali datang ke Indonesia, juga mengapa memilih Indonesia?

Answer : Sebelum saya ke Bali, pertama kali saya ke daerah Sumatra. Sebetulnya dulu saya punya cita-cita, di mana sebelum saya kuliah, saya ingin ikut untuk gerakan social menjaga lingkungan, terutama untuk hutan. Jadi pada saat itu saya mencari daerah yang mempunyai hutan hujan atau rainforest. Tapi pada 20 tahun yang lalu, mencari informasi tanpa internet itu sangat sulit. Jadi saya hanya bisa mendapatkan satu agen saja yang mampu menyalurkan tenaga dan juga bisa mengajar Bahasa Jepang. Tujuan saya sebenarnya ingin ke Negara Vietnam, namun ternyata agen tersebut belum memiliki posisi di negara tersebut. Jadi pada saat itu, mereka menawarkan saya untuk pergi ke Indonesia dulu, tepatnya daerah Sumatra, sambil menunggu posisi di Vietnam terbuka. Pada awalnya saya sama sekali tidak tahu bahwa Indonesia itu adalah sebuah negara. Tadinya saya piker Indonesia adalah bagian dari negara India, karena namanya mirip. Tapi setelah saya diperlihatkan posisi Indonesia di Peta, akhirnya saya tahu, ternyata Indonesia adalah negara kepulauan di daerah tropis. Dulu saya pikir, karena negaranya adalah kepulauan, lalu daerahnya pun daerah tropical, seharusnya ada pantai di mana-mana. Begitu juga hutan. Dengan berpikir demikian, saya setuju untuk pergi ke Sumatra. Tapi sesampainya di sana, rasanya bosan sekali. Di sana tidak ada apa-apa, kebanyakan hanya ada perusahaan minyak saja. Karena itu setelah 2 tahun saya mengajar di sana, saya meminta untuk dipindahkan ke Jogja. Dari sana lah, demi mencari kesempatan kerja yang lebih baik, saya memutuskan untuk pindah ke Bali.

Question : Kemudian bagaimana Chinatsu-san mulai membuka bisnis di Bali?

Answer : Jadi saya mulai berbisnis di Bali sejak tahun 2001. Awalnya saya mulai berbisnis dengan mengajar sebagai guru les privat Bahasa Jepang. Dengan membawa motor sendiri, pergi ke rumah para murid dan dibayar per jam. Saya mengajar les privat sekitar 1 tahun. Setelah berjalan selama setahun tesebut, lalu saya diajak dengan seorang rekan untuk membuat sekolah khusus untuk mengajar Bahasa Jepang. Namun setelah dua tahun berjalan, beliau tidak melanjutkan di bidang ini, jadi saya yang meneruskan hingga sekarang. Itulah cerita terbentuknya SIKI Bali sekarang. Jadi sejak SIKI Bali, Chinatsu-san sudah membuka banyak bisnis ya di sini. Kalau boleh berbagi apa sih motivasi utama untuk terus berbisnis? Mungkin yang paling utama adalah keluarga. Jadi sejak masih dengan orang tua saya, mereka selalu menginginkan jika saya mempunyai putra-putri, harus dididik seperti saya. Jadi untuk membuat lingkungan yang bisa cocok dengan ideal, saya harus membuka jalan sendiri. Selain itu saya juga dengan membuka bisnis ini, saya bisa membantu untuk memberikan lapangan pekerjaan untuk orang-orang yang membutuhkan di sekitar saya.

Question : Wah, tujuannya sungguh baik sekali ya. Jadi kebanyakan bisnis Chinatsu-san berlandas di bidang edukasi. Apakah ada alasan mengapa memilih bidang tersebut?

Answer : Salah satu alasannya, yang paling mendasar adalah karena itu yang bisa saya lakukan. Pertama kali memulai ini karena saya orang Native Speaker Bahasa Jepang, jadi tanpa lisensi pun saya bisa bekerja sebagai tenaga pengajar. Dan saya tidak cocok untuk bekerja di bawah komando, jadi saya berinisiatif untuk freelance, dan akhirnya membuka bidang usaha sendiri. Karena itu salah satu yang saya bisa. Karena saya orang jepang, meski tidak punya lisensi, asal orang native sudah bisa mengajar. Hanya itu yang saya bisa. Dan saya tidak suka ikut orang jadi saya freelance. Dari situlah saya melihat kesempatan kalau saya bisa buka usaha sendiri.

Wawancara Chinatsu ishiodori

Question : Jadi setelah sekian lama Chinatsu-san memiliki bisnis di bidang edukasi, bagaimana menurut Chinatsu-san edukasi di Indonesia ini?

Answer : Karena anak saya masih kecil masih playgroup jadi saya belum terlalu banyak tahu ya. Tapi karena saya menjalankan usaha pasti banyak harus mencari orang ya untuk staf. Jadi di situ terlihat lah bagaimana orang-orang Indonesia, ada kelebihan dan kekurangannya. Contohnya saja banyak yang pola pikirnya kurang mandiri, jadi kurang bisa menjalankan inisiatif sendiri. Jadi saya rasa itu kurangnya dikarenakan metode edukasi di Indonesia.

Question : Memang menjalankan bisnis itu terasa sekali ya sulitnya dalam mencari tenaga yang cocok untuk bekerjasama. Bicara tentang kerjasama, bolehkah bercerita mengapa Chinatsu-san memilih kami Timedoor Indonesia sebagai webmaster?

Answer : Sebenarnya semua diputuskan karena Tokunaga-san ikut kelas di SIKI Bali untuk belajar dulu. Saat itu sharing-sharing dan ternyata beliau akan memulai usaha website. Kebetulan sekali pada saat itu saya juga sedang butuh seorang webmaster. Meski saya juga sebenarnya saat itu sedang mencari beberapa kandidat juga, dari kenalan-kenalan orang Jepang saya. Tapi karena dari Tokunaga-san saya mendapat deal yang bagus, saya rasa kenapa tidak mencoba. Ternyata hasilnya baik juga, jadi saya senang.

Question : Jadi bagaimanakah hasil pekerjaan kami? Apakah ada hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi?

Answer : Ya tentu saja memang sudah bagus. Terutama saya bisa langsung komunikasi langsung dengan Tokunaga-san. Mungkin untuk staf Timedoor bisa jadi agak berbeda ya, tapi untuk komunikasi utama langsung dengan Tokunaga-san. Jadi hal yang perlu ditingkatkan mungkin ya sekarang harus tetap dijaga saja kualitas kerja dan komunikasi dengan kliennya. Desain website nya sudah sesuai sekali dengan bayangan saya, juga dengan image dari usaha kami. Pada dasarnya saya sendiri susah sekali untuk mewujudkannya. Jadi dengan dibantu oleh Timedoor sangat terbantu sekali.

siki bali wilayah denpasar

Question : Baik terima kasih banyak untuk masukannya ya Chinatsu-san. Setelah sekian lama website nya berjalan, apakah ada hasil yang terlihat dari website?Atau mungkin dari media lain seperti advertiser.

Answer : Dari Bali Advertiser sih samasekali tidak ada. Hampir semua pelanggan kami, misalnya untuk Rumah Kecil, itu datangnya dari pencarian internet, lalu ke website. Memang kebanyakan untuk orang Jepang, yang datang kadang-kadang adalah rekomendasi dari teman-teman sendiri ya. Tapi kalau orang lokal atau orang luar, semua mencari dari internet. Sama juga dengan yang terjadi di Kids Learning Center kami yang lainnya, Badak Bali. Untuk SIKI Bali sendiri, memang awalnya dulu hampir semua datang dari rekomendasi teman-teman saja. Tapi sejak punya homepage yang bagus, dengan sekarang didukung dengan perkembangan jaman dengan internet, jadi banyak sekali yang datang dari website. Sejak Tokunaga-san menyarankan untuk memasang chat box, kami menerima banyak sekali pertanyaan dari orang-orang yang berminat untuk bergabung di SIKI Bali. Dari chat box kebanyakan orang lokal Indonesia. Untuk Orang Jepang kebanyakan dari e-mail.

Question : Baik sekali ya, tapi pesan khusus dari Tokunaga-san, mohon diingat juga untuk online dan merespon pesan-pesan yang masuk.

Answer : Ahahaha, ya,benar sekali ya. Kadang-kadang staf kami lupa untuk online di sana. Nanti saya akan lebih ingatkan lagi setiap harinya.

Question : Melihat bisnis yang sekarang sudah berjalan, apakah boleh dibagi sedikit tentang visi besar dari bisnis Chinatsu-san ke depannya?

Answer : Tentang Siki Bali, kami adalah lembaga edukasi bahasa khususnya untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Rencana kami ke depannya yaitu kami ingin membuat LPK – semacam lembaga pelatihan untuk orang-orang bisa training dulu lalu akan dikirim ke Jepang. Visi kami ke depannya kami harap SIKI Bali bisa menjembatani Jepang dan Indonesia. Mudah-mudahan bisa menjalin komunikasi yang baik antara kedua negara. Karena sekarang makin banyak sekolah-sekolah yang sudah tidak mengajarkan mata pelajaran Bahasa Jepang lagi. Guru Bahasa Jepang pun juga jumlahnya semakin sedikit. Dengan SIKI Bali kami harap bisa lebih mengenalkan dan memberikan edukasi kepada orang-orang untuk budaya Jepang. Untuk TPA – tempat penitipan anak, terutama Badak Bali, konsepnya adalah untuk para orang tua muda yang bekerja, jadi punya tempat yang aman untuk penitipan anak. Saya rasa untuk Badak Bali bisa memenuhi kebutuhan untuk keluarga-keluarga kecil. Ke depannya nanti juga kami akan mengkembangkan menjadi tempat khusus untuk TPA anak SD – after school – begitu. Karena sekarang banyak kedua orang tua nya bekerja dan selepas sekolah, anak hanya sendirian di rumah. Untuk itu kami akan bisa menyediakan tempat dan menjaga anak-anak tersebut agar aman dan tidak sendirian saja di rumah. Untuk Rumah Kecil, sekarang kami masih melayani untuk playgroup dulu. Kini sudah berjalan hampir 3 tahun. Saat ini kami sedang memiliki proyek untuk memperluas kawasan Rumah Kecil. Tepatnya, kami akan membangun Taman Kanak-Kanak di lokasi baru itu, yang terletak di belakang lokasi Rumah Kecil sekarang. Di awal nanti kami akan buka kelas khusus untuk TK Kecil. Mungkin setelah setahun berjalan, akan kami buatkan TK Besar. Mudah-mudahan jika ada rejeki, kami ingin lanjut membuatkan SD (Sekolah Dasar) setelahnya.

INFORMASI KLIEN

Chinatsu Ishiodori

Siki Bali

Jln. Jayagiri XI No. 1 Renon Denpasar

+62 361 226314 / +62 361 7448550

info@siki-bali.com

siki-bali.com